Rumah Tangga Penerima Bantuan Korona Capai 40 Ribu Orang

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Minggu, 19 April 2020 - 19:37:08 WIB   |  dibaca: 93 kali
Rumah Tangga Penerima Bantuan Korona Capai 40 Ribu Orang

Protokol untuk Banten Raya RAPAT TELEKONFRENSI : Kepala Dinsos Kota Cilegon, Achmad Jubaedi (kiri masker hitam) bersama pimpinan lainnya melakukan rapat telekonfrensi dengan Kemendagri, Jumat (17/4).

CILEGON, BANTEN RAYA - Jumlah rumah tangga di Kota Cilegon yang terdampak virus korona diprediksi mencapai 40 ribu lebih. Jumlah tersebut berdasarkan jumlah rata-rata yang dilaporkan 43 kelurahan sebanyak 1.000 rumah tangga atau kepala keluarga (KK). Demikian disampikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Achmad Jubaedi disela telekonfren dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Jumat (17/4).

Jubaedi menjelaskan, pihaknya masih menghitung data masuk terkait dengan rumah tangga yang secara ekonomi terdampak korona. Namun dari data sementara 19 kelurahan itu sekitar 20 ribu rumah tangga. Artinya, per kelurahan rata-rata sebanyak 1.000 lebih. "Hari ini (Jumat, 17/4) terakhir. Ini masih dihitung baru masuk 19 kelurahan dimana ada sekitar 20 ribu rumah tangga yang terdata," paparnya.

Jubaedi menyatakan, data yang masuk tersebut akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan yang menerima adalah orang-orang yang berhak. Jubaedi juga menambahkan, verifikasi akan dilakukan oleh tim verifikator, diantaranya lurah dan camat. "Data masuk akan diverifikasi lagi. Nanti lurah dan camat ikut serta. Kami harap yang menerima itu benar-benar yang berhak," pungkasnya.

Terkait besaran bantun yang akan diterima warga, Jubaedi belum bisa memastikan. Namun, kata JUbaedi, jika mengacu kepada bantuan provinsi besaran bantuan tersebut Rp600 ribu per bulan atau Rp 1,8 juta untuk tiga bulan bantuan diberikan. "Kalau ikut provinsi itu Rp600 ribu. Namun kembali akan dihitung sesuai kota dan kabupaten masing-masing," ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Ibrahim Aswadi menjelaskan, data yang diminta Dinsos seharusnya dilengkapi dengan kreteria dan kategori khusus, sehingga petugas kelurahan bisa mendata sesuai dengan apa yang masuk kategori. "Ini suratnya masih umum, sehingga perlu diperjelas. Kami harap penerima benar-benar yang terdampak ekonominya karena virus korona," ungkapnya.

Kendati tidak dilibatkan dalam hal konsultasi penganggaran, Ia menyatakan, akan tetap melakukan pengawasan sebagai anggota dewan. "Kan mekanismenya juga harus tetap diawasi dan dipantau, sehingga benar-benar sesuai aturan," pungkasnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook