ASN Mudik Kena Sanksi 

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Minggu, 19 April 2020 - 20:21:17 WIB   |  dibaca: 65 kali
ASN Mudik Kena Sanksi 

Net-Ilustrasi

TANGERANG, BANTEN RAYA - Pemerintah Kota Tangerang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan mudik atau pulang kampung usai menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Hal ini berkaitan dengan upaya Pemkot Tangerang dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang, Akhmad Lutfi mengatakan pihaknya telah melakukan imbauan. Tak hanya ASN saja namun juga semau pegawai di lingkungan Pemkot Tangerang. Baik tenaga ahli atau tenaga harian lepas (THL).

"Kecuali ada hal-hal yang mengharuskan mudik. Seperti ada kerabatnya yang meninggal atau keperluan lainnya yang dirasa sangat penting," ujarnya, Jumat (17/4).
Menurut Lutfhi hingga saat sebenarnya sudah ada ASN yang mengajukan cuti. Namun, permohonan itu ditolak lantaran alasannya yang tidak darurat. "Ada berapa yang ngajuin tapi kita tolak. Kecuali cuti hamil," imbuhnya.

Larangan tersebut dipertegas dengan adanya Surat Edaran Menteri PANRB No 46 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan/atau Cuti Bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Covid-19.

Surat edaran ini mengganti dan mencabut SE No 36 dan No 41 Tahun 2020. PNS dan keluarganya tidak diperkenankan pergi ke luar daerah selama penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. "Kita enggak ada liburnya. Libur hanya lebaran saja 2 hari. Jadi setelah lebaran sehari berikutnya sudah masuk lagi," kata Luthfi.

Luthfi mengatakan pihaknya pun telah menyiapkan sanksi apabila peraturan ini tak diindahkan oleh pegawai. Sanksi teguran hingga pemecatan pun akan diterapkan. "Kalau dia 2, 3 hari tidak masuk itu sudah hukuman ringan seperti surat teguran, penundaan gaji berskala dan dipecat kalau sudah sebulan gak masuknya," jelas Luthfi.

Sejauh ini lanjut Lutfhi, berkenaan dengan anjuran Pemerintah Pusat untuk melalukan jaga jarak atau physical distancing pihaknya juga telah memperlakukan kerja di rumah untuk ratusan pegawai. Mereka meliputi staf yang tidak melayani langsung masyarakat, pegawai hamil dan sakit. "Menjelang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ini kita sudah merumahkan sekitar 500-an pegawai. Kayak administrasi, hamil dan sakit," pungkasnya. (mg-ipul)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook