Tengku Iwan Ajak Patuhi Aturan 

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Minggu, 19 April 2020 - 20:36:13 WIB   |  dibaca: 86 kali
Tengku Iwan Ajak Patuhi Aturan 

Ipul/Banten Raya - Ketua DPRD Kota Tangerang Tengku Iwan

TANGERANG, BANTEN RAYA-Ketua DPRD Kota Tangerang Tengku Iwan mengimbau masyarakat Kota Tangerang untuk mengikuti dan mentaati aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diberlakukan pada Sabtu (18/4) hingga 14 hari kedepan.

Menurutnya, hal ini semata-mata untuk kepentingan bersama dan bernegara. “Seperti dalam perang, namun saat ini melawan virus korona. Ya, mau gimana lagi. Kalau memang ini jalan satu-satunya untuk mempercepat penanganan serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami DPRD kota Tangerang mendukung sekali pemberlakuan ini, meskipun akan berdampak sekali dari sisi ekonomi, terutama masyarakat yang terdampak langsung Covid-19,” ujar Tengku, kemarin. 

Tentunya, dengan adanya pemberlakuannya ini, Tengku berharap Covid-19 cepat dapat ditangani dan wabah ini cepat selesai, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktifitas seperti biasanya. “Dengan begitu ekonomi masyarakat dapat kembali lancar seperti semula,” harapnya.

Lebih lanjut, Tengku juga mengimbau kepada Pemerintah Kota Tangerang agar benar-benar memperhatikan warganya yang terdampak. Sehingga bantuan berupa beras dan lainnya yang telah didistribusikan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan, jangan sampai nanti menimbulkan masalah baru.

“Saya minta masyarakat mendukung pemerintah dalam pemberlakuan PSBB ini dengan tetap berdiam dirumah, sehingga penanganan dapat cepat diselesaikan dengan baik. Kita harus bersama-sama melawan Covid-19,” tegasnya.

Tengku juga menambahkan, kepada pemerintah agar senantiasa mendampingi bagi keluarga korban atau memberikan surat keterangan bahwa pasien meninggal bukan karena Covid-19. Lantaran ada di tengah masyarakat kota Tangerang dimana satu keluarga dijauhi oleh para tetangga sekitar padahal keluarganya meninggal bukan karena virus korona, melainkan penyakit lainnya.

“Orangnya sudah meninggal, beliau ODP tapi hasil laboratoriumnya atau swab saat meninggal belum keluar. Jadi diberlakukan dengan prosedur pemakaman sebagaimana halnya (jenazah pasien terkonfirmasi positif), sesuai prosedur tetap (protap) virus korona (COVID-19) padahal hasil belum keluar, dan sesudah pemakaman baru diberitahukan bahwa pihak keluarga yang meninggal bukan karena Covid-19,” katanya.

“Ini kan yang memprihatinkan. Seharusnya dari pihak Dinkes atau para medis dapat mengeluarkan surat keterangan bahwa orang tersebut bukan kena Covid-19, atau ada pendampingan pemberitahuan kepada RT/RW setempat bahwa orang tersebut bukan meninggal karena virus korona, jadi masyarakat di lingkungannya tidak harus menjauhi,” sambung Tengku.
 (mg-ipul)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook