Randis Bekas Pimpinan Dewan Siap Dilelang

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Minggu, 19 April 2020 - 21:08:57 WIB   |  dibaca: 104 kali
Randis Bekas Pimpinan Dewan Siap Dilelang

TANJUNG/BANTEN RAYA - SIAP DILELANGKAN: Randis bekas pimpinan DPRD Kabupaten Serang disimpan di kantor BPKAD Kabupaten Serang dan siap untuk dilelangkan, Rabu (15/4).

SERANG, BANTEN RAYA - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang akan melelangkan empat unit kendaraan dinas (Randis) bekas pimpinan anggota DPRD Kabupaten Serang. Empat Randis tersebut yaitu, satu unit Mitsubishi Pajero Sport dan tiga unit Honda CRV masing-masing buatan tahun 2015.

Kepala BPKAD Kabupaten Serang Fairu Zabadi mengatakan, pihaknya sedang melakukan persiapan untuk proses lelang randis tersebut. "Kita lagi persiapan dulu. Mudah-mudahan bulan depan sudah proses lelang. Mobil sudah diserahkan dari Setwan (Sekretariat DPRD) dan sekarang ada di garasi kantor (BPKAD-red)," kata Fairu saat ditemui di lingkungan Pemkab Serang, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan, sebelum dilelangkan, mobil-mobil tersebut akan dilakukan penilaian terlebih dahulu sama tim appraisal. "Sebelum dilelangkan dinilai dulu, dibuka pintunya, dibuka mesinnya, nanti keluar angka dasar. Kalau seumpamanya Rp100 juta atau Rp200 juta dari angka itu nanti terjadi tawar menawar. Bisa saja nanti ada yang melebihi Rp10 juta atau Rp20 juta tapi pada waktunya ditutup di harga tertinggi," ujarnya.

Fairu menilai, empat randis tersebut kondisinya masih bagus dan masih ada nilai ekonomisnya. Menurutnya, harga pasaran randis tersebut masih diangka Rp160 juta ke atas. "Saya melihat di OLX (aplikasi jual beli-red) masih di atas Rp160 juta.Tinggal nanti kondisi di showroom aja seperti apa. Kalau dilelangkannya kita lihat dulu anggarannya. Kan pendaftaran lelang ada biayanya. Untuk mobil Rp1 juta dan untuk motor Rp500 ribu," ungkapnya.

Selain akan melelangkan empat randis bekas pimpinan anggota DPRD Kabupaten Serang tersebut, BPKAD juga akan melelangkan beberapa randis lain namun kondisinya sudah rusak parah. "Ada rongsokan yang akan dilelang juga. Rongsokan itu kan mobil yang mogok. Biasanya itu paketan, nilainya paling Rp30 juta tapi kadang-kadang enggak ada peminat," tuturnya.

Ia mengungkapkan, beberapa pegawai organisasi perangkat daerah (OPD) sering telat menyerahkan randisnya. "Kadang-kadang temen-temen OPD itu mobil sebelum rusak enggak diserahkan. Padahal mah mobil itu selama nilai ekonomisnya sudah tidak memadai segera diserahkan. Kalau yang lelang paketan itu, contohnya, lima mobil dijadikan satu paket," katanya. (tanjung) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook