Pendataan Warga Terdampak Covid-19 Terlalu Hati-hati 

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Minggu, 19 April 2020 - 21:13:03 WIB   |  dibaca: 98 kali
Pendataan Warga Terdampak Covid-19 Terlalu Hati-hati 

Net/Ilustrasi

SERANG, BANTEN RAYA - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang sampai saat ini belum menerima data warga di Kabupaten Serang yang terdampak virus korona atau Covid-19 dari kecamatan-kecamatan. Padahal, pendataan warga terdampak Covid-19 sebelumnya ditargetkan selesai paling lambat Kamis (16/4). Belum diterimanya data tersebut diduga proses pendataan masih berlangsung.

Sekretaris Dinsos Kabupaten Serang Sri Rahayu Basuki mengatakan, belum diterimanya data dari kecamatan-kecamatan tersebut karena perlu ada kehati-hatian dalam mendata warga terdampak Covid-19. "Sekarang masih proses di kecamatan-kecamatan. Lumayan agak susah karena harus ada nomor NIK (nomor induk kependudukan) dan nomor kartu keluarga (KK)," kata Yayu, Jumat (17/4).

Yayu mengaku telah menghubungi beberapa camat dan meminta bantuan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Rudi Suhartanto agar mendorong para camat mempercepat proses pendataannya. "Saya sudah menyampaikan kalau bisa sehari dua hari ini sudah masuk. Nanti data yang masuk kita kroscek dengan data BDT (basis data terpadu) yang ada di kami biar enggak tumpang tindih," ujarnya.

Ia mengungkapkan, ada beberapa sumber anggaran yang nantinya akan digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 seperti dari Kementerian Sosial (Kemensos), dari Pemprov Banten dan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Serang serta dari dana corporate social responsobility (CSR) perusahaan.

"Yang dari Kemensos se-Provinsi Banten di luar Tangerang Raya dapat bantuan untuk 350 ribu KK (kepala keluarga). Namanya bantuan sosial tunai Rp600 ribu per KK selama tiga bulan, dari provinsi Rp500 ribu per KK selama tiga bulan. Baik dari Kemensos maupun dari provinsi datanya boleh menggunakan BDT maupun non-BDT. Soal data ini tidak boleh gegabah karena kalau sudah soal uang sangat sensitif," tuturnya.

Terpisah, Camat Petir Asep Herdiana mengatakan, proses pendataan warga terdampak Covid-19 masih terus berlangsung dan baru dari 12 desa yang sudah masuk ke kecamatan. "Masih berproses pendataannya. Kalau yang 12 desa sudah selesai tinggal tiga desa lagi, makanya yang 12 desa yang sudah masuk akan kita setorkan dulu ke dinsos. Insya Allah yang tiga desa minggu depan sudah masuk semua," katanya.

Asep mengungkapkan, kebanyakan warga yang terdampak Covid-19 di Kecamatan Petir yaitu, warga Petir yang sebelumnya merantau ke Jakarta dan saat ini pulang kampung namun tidak mempunyai pemasukan karena tidak punya usaha. "Ada juga pelaku usaha kecil yang tidak bisa usaha lagi, terus ada juga masyarakat miskin yang tidak menerima bantuan sosial apapun. Di Kecamatan Petir di atas 700 orang yang terdampak," ujarnya. (tanjung) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook