Polisi Blusukan ke Pasar Rau

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Minggu, 19 April 2020 - 21:15:25 WIB   |  dibaca: 96 kali
Polisi Blusukan ke Pasar Rau

DARJAT NURYADIN/BANTEN RAYA PENGAWASAN: Anggota Polres Serang Kota melakukan pengawasan di Pasar Induk Rau, Jumat (17/9). 

SERANG, BANTEN RAYA- Berbagai cara dilakukan untuk pencegahan dini virus korona atau Covid-19 di Kota Serang. Kepolisian Resor (Polres) Serang Kota bersama tim Satgas Covid-19, melakukan blusukan di Pasar Induk Rau (PIR) dan pasar lainnya di Kota Serang.

Kapolres Serang AKBP Edhi Cahyono mengatakan, petugas gabungan dari Polres Serang Kota, Kodim 0602/Serang dan Pemkot Serang, sejak tiga pekan terakhir sudah melakukan blusukan ke pasar-pasar.

"Kami ke pasar untuk mengingatkan pedagang dan pembeli, agar menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19, seperti menjaga jarak saat bertransaksi, mengurangi transaksi tunai hingga mencuci tangan, baik sebelum masuk maupun keluar pasar," katanya kepada Banten Raya, Jumat (17/4).

Edhi menambahkan, beberapa pasar di Kota Serang yang setiap hari didatangi personel gabungan yakni PIR dan Pasar Lama. Di sana petugas memberikan tips dan trik jika akan berbelanja ke pasar, seperti membuat daftar barang yang akan dibeli, dan tidak berlama-lama berada di tempat keramaian. “Kami tidak melarang pasar untuk buka, ada baiknya pembeli atau konsumen membuat daftar belanjaan, sehingga mempermudah saat belanja di pasar,” tambahnya.

Edhi menegaskan, dalam masa pandemi ini, Polres Serang Kota mempunyai program kegiatan polisi masuk pasar bersama dengan Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang, untuk mencegah penyebaran virus secara dini di Kota Serang.

“Kita akan terus keluar masuk pasar setiap hari untuk mengingatkan pedagang dan pembeli untuk physical distancing dan protokol kesehatan. Karena pasar adalah titik perputaran perekonomian masyarakat yang harus tetap beraktivitas,” terangnya.

Sementara itu, pedagang ikan di PIR Refli (36) mengaku saat melakukan transaksi dia memiliki cara tersendiri, jika ada orang dengan gejala batuk, pilek, dan orang sakit. Hal itu dilakukan karena dirinya khawatir orang tersebut menularkan virus. "Kalau ada pembeli yang batuk, flu atau kriterianya mirip pasien korona, saya tidak memegang uang dia, tapi saya minta uangnya ditaruh di meja," katanya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook