Ribuan Orang Berebut Masker dan Paket Sembako

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Minggu, 19 April 2020 - 21:17:43 WIB   |  dibaca: 155 kali
Ribuan Orang Berebut Masker dan Paket Sembako

Harir/Banten Raya - PEDULI: Komandan Denhubrem 064 Maulana Yusuf Letkol Chb Antonius membagikan sembako dan masker kepada warga Kota Serang di Taman Sari, Kota Serang, Jumat (17/4).

SERANG, BANTEN RAYA- Ribuan warga Kota Serang antre mendapatkan 1.000 masker dan 150 paket sembako yang dibagikan oleh Detasemen Perhubungan Korem (Denhubrem) 064 Maulana Yusuf, Jumat (17/4). Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan antisipasi adanya penyebaran Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Banten.

Pantauan Banten Raya di salah satu titik di Taman Sari, puluhan warga khususnya para pedagang, tukang ojek dan tukang becak, terlihat antusias mengantre demi mendapatkan masker dan paket sembako yang diberikan oleh aparat TNI Denhubrem 064 Maulana Yusuf dan ibu ibu Persit Denhubrem 064 Maulana Yusuf.

Komandan Detasemen Perhubungan Korem 064 Maulana Yusuf Letkol Chb Antonius mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka membantu satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 di Provinsi Banten. "Jadi kami memberikan bantuan berupa masker dan sembako, khususnya mereka yang membutuhkan," ungkap Antonius kepada awak media, Jumat (17/4).

Menurut dia, masih banyak pejalan kaki, pedagang kaki lima (PKL), serta tukang becak dan ojek yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas. "Kami berikan masker, juga untuk membangkitkan kesadaran mereka dan mengurangi penyebaran Covid-19 ini," ucap dia.

Kegiatan itu juga, sambung Antonius, akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan serta mencari sejumlah titik fokus pembagian masker dan sembako. "Kegiatan ini akan berlanjut pada pekan depan, dan mencari daerah lainnya di Kota Serang. Tentunya kami akan memberikan bantuan ini kepada mereka yang membutuhkan. Seperti pemulung dan warga kurang mampu lainnya," katanya. 

Ia menjelaskan, penggunaan masker merupakan hal yang penting bagi mereka yang harus tetap bekerja atau pun beraktivitas di luar rumah. "Karena apa pun yang terjadi mereka terpaksa harus keluar rumah. Jadi masker ini sangatlah penting dalam upaya mengurangi penyebaran Covid-19, dan untuk kesehatan mereka juga," jelas Antonius.

Sementara, seorang tukang becak Sukron mengaku terbantu dengan adanya pembagian masker, terutama sembako yang diberikan oleh Denhubrem 064 Maulana Yusuf. Sebab, selama adanya wabah Covid-19, pendapatannya berkurang secara drastis. "Bahkan, seharian saya hanya dapat satu atau dua penumpang. Itu pun jaraknya dekat, jadi bayaran atau ongkosnya pun hanya sedikit," kata Sukron.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, ia pun mengaku menyambi menjadi sebagai kuli panggul di Pasar Tamansari. "Tapi ya begitu, sekarang pasar sepi tidak banyak yang jualan dan tidak banyak juga pembelinya. Paling dalam sehari saya dapat uang Rp 30.000," tutur dia.

Serupa dikatakan pedagang makanan Ratih mengaku, sejak adanya wabah Covid-19 pendapatannya begitu minim. "Saya keluar dari jam 09.00 sampai 21.00, keliling Kota Serang, dapat uang Rp 45.000. Belum dipotong untuk bayar sewa gerobak, terus beli plastik dan bumbu buat jualan. Jadi bersihnya cuma Rp 25.000 sehari," katanya. (harir)


 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook