Perkosa Anak Hingga Hamil, Ayah Dituntut 12 Tahun Penjara

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Minggu, 19 April 2020 - 21:19:42 WIB   |  dibaca: 163 kali
Perkosa Anak Hingga Hamil, Ayah Dituntut 12 Tahun Penjara

Net/Ilustrasi

SERANG, BANTEN RAYA- Sarmani (42), warga Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, yang merupakan terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umu (JPU) Kota Cilegon dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Jumat (17/4). Terdakwa terbukti mencabuli anak gadisnya yang masih duduk di bangku SLTP.

Di luar persidangan, kuasa hukum terdakwa Reinaldy mengatakan, penuntutan yang dibacakan JPU Kota Cilegon Ariani menyatakan jika terdakwa terbukti bersalah memperkosa anak kandungnya sendiri yang masih dibawah umur. 

"Terdakwa oleh jaksa dinyatakan bersalah melanggar pasal 81 ayat (1) juncto pasal 76D Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," katanya kepada Banten Raya usai sidang yang digelar secara tertutup.

Menurut Reinaldy, dalam sidang yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Santosa, terdakwa dituntut 12 tahun penjara juga dikenakan denda Rp 200 juta. Apabila terdakwa tidak mampu membayar, diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.

"Hal yang memberatkan terdakwa telah melakukan perbuatan yang menentang norma kesusilaan dan mengakibatkan anak korban sendiri mengalami trauma. Juga hal yang meringankan bahwa terdakwa menyesal dan mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum," ujarnya.

Usai pembacaan tuntutan, Renaldy menambahkan, pihaknya megajukan nota pembelaan atau pledoi. Sidang akan kembali digelar pekan depan dengan agenda membacakan nota pembelaan baik dari kuasa hukum maupun terdakwa.

Renaldy menjelaskan, peristiwa pemerkosaan yang dilakukan oleh bapak kandungnya tersebut terjadi pada Oktober 2019 di rumah pelaku. Ketika itu, korban datang ke rumah bapaknya meminta uang jajan sekolah. Bukanya diberi uang, bocah kelas 1 SLTP itu malah ditarik masuk ke kamar.

"Sebelum disetubuhi, korban diikat dengan menggunakan sarung lalu disetubuhi dengan ancaman pisau. Sehingga korban tidak berani melawan karena takut dibunuh oleh bapaknya itu," jelasnya.

Renaldi mengungkapkan, sehari-hari korban tinggal dengan pamannya, karena ibunya menikah lagi dan tinggal di Sumatera. Dalam keterangan di pengadilan, korban bukan sekali itu saja dicabuli. "Saat masih duduk di kelas 2 SD pun pernah dicabuli oleh bapak kandungnya tersebut," ungkapnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook