Masyarakat Lebih Memilih Belanja Langsung 

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Minggu, 19 April 2020 - 21:31:26 WIB   |  dibaca: 335 kali
Masyarakat Lebih Memilih Belanja Langsung 

Ainul Gillang / Banten Raya - Suasana di Hypermart Cilegon, Jumat (17/4) siang. 

SERANG, BANTEN RAYA - Pasar online atau belanja online yang dibuat oleh sejumlah pemerintah daerah untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional, sekaligus untuk menghindari penyebaran Covid-19, ternyata kurang disambut antusias masyarakat. 

Prayono, pedagang sembako di Pasar Anyer misalnya mengaku, sejauh ini belum ada pembeli yang menghubunginya untuk berbelanja barang yang dijualnya. "Belum ada sih yang nelepon untuk belanja, pada masih belinya langsung datang ke pasar. Ada juga yang menelepon yang biasa sudah langganan minta dikirim, kalau pembeli baru enggak ada," ujar Prayono, Jumat (17/4).

Namun ia mengapresiasi langkah Pemkab Serang yang membantu pedagang dengan membentuk pasar online di tengah-tengah penyebaran Covid-19. "Kalau sekarang-sekarang belum ada yang belanja online, tidak tahu kalau besok-besok mah. Soalnya sekarang pasar masih lumayan ramai. Mungkin orang di kampung kan lebih percaya belanja langsung," katanya.

Taobah, pedagang sayuran di Pasar Serdang juga mengaku sampai saat ini belum ada pembeli yang menghubunginya untuk berbelanja melalui online. "Iya katanya denger-denger ada pasar online, tapi yang belanja ke ibu (menyebut dirinya-red) masih langsung enggak ada yang menelpon untuk belanja sayuran. Yang namanya belanja enaknya langsung biar langsung melihat barangnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, pasar online yang sudah dibentuk belum berjalan efektif namun bukan berarti sama sekali tidak ada pembeli yang melalui online. "Saya dapat informasi dari beberapa pedagang sudah ada yang beli lewat online, tapi itu di pasar-pasar yang dekat perkotaan seperti Pasar Kragilan dan Pasar di Kramatwatu," katanya. 

Tak hanya di pasar tradisional, sistem belanja daring yang diterapkan perbelanjaan modern seperti di Hypermart Mall of Serang selama pandemi virus korona (Covid-19) juga kurang disambut antusias. Sampai kemarin, baru belasan orang yang memanfaatkan layanan ini. Padahal, jaringan perusahaan milik Matahari Group ini sudah memberikan layanan gratis ongkos kirim (ongkir) bagi setiap pelanggan yang melakukan transaksi minimum Rp150 ribu guna mendukung kebijakan pembatasan sosial atau social distancing. “Awal buka belanja online itu kita cuma (pemesannya) sampai lima orang. Karena memang kapasitas jaraknya hanya sampai lima kilometer, seperti Ciceri, Cinanggung, dan Pakupatan. Tapi untuk sekarang dengan ada kebijakan baru bisa kirim gratis ongkir hingga 10 kilometer sudah mencakup 17 konsumen  per harinya,” ujar Manajer Operasional Hypermart Serang Ade Nurcholis kepada Banten Raya, Jumat (17/7).

Ade mengungkapkan, layanan belanja online dari Hypermart ini hadir guna mempermudah masyarakat berbelanja kebutuhan pokok tanpa harus keluar rumah. Sehingga masyarakat lebih aman terhindar dari paparan virus korona. “Karena memang customer yang datang ke toko sudah tahu kalau Hypermart itu tetap buka. Sementara untuk Mall of Serang (MOS) itu tutup. Jadi selama pandemi Covid-19 ini kita selalu buka,” katanya.

Karena pusat perbelanjaannya masih tetap buka lanjut Ade, sekitar 80 persen pelanggan loyalnya lebih memilih berbelanja secara langsung datang ke Hypermart. Alasannya, konsumen lebih mudah memilih dan menentukan barang kebutuhan yang dinginkan untuk keluarganya.

“Pemesanan atau belanja online ini kita sediakan melalui nomor whatsapp. Pemesanan hari Kamis - Jumat kita buka dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB dan untuk weekend (Sabtu-Minggu) kita buka dari pukul 09.00-21.00 WIB,” katanya.

Selain masyarakat masih enggan berbelanja secara  onine, Ade menambahkan, kunjungan pelanggan ke Mall of Serang dengan adanya wabah Covid-19 ikut terpukul. Ia mengaku jika sebelum ada Covid-19, transaksi gerainya bisa mencapai Rp300 juta per hari, namun dengan kondisi saat ini hanya mencapai hingga Rp150 juta per hari. “Drastis sekali penurunannya pengunjung konsumen. Saat ini pengunjung MOS kunjungannya turun 60 persen. Kalau pengunjung Hypermart kurang lebih (turun) 40-50 persen,” terang Ade. 

Sementara itu, sejumlah barang kebutuhan rumah yang yang banyak diburu konsumen di Hypermart MOS berupa beras, mie instan, gula, kecap, saus, buah-buahan, hand sanitizer, hand shope, byclean dan wipol. “Itu belanjaan yang banyak dibeli,” katanya.

Khusus untuk transaksi belanja secara online dengan adanya wabah Covid-19 ini bisa menjadi pilihan utama ketimbang masyarkat datang secara langsung. “Kalau dari kita untuk saat ini, terkait layanan belanja online yang penting informasi bahwa Hypermart memberikan pelayanan gratis ongkir via online itu diketahui masyarakat. Sehingga konsumen yang berbelanja lebih banyak lagi,” katanya. 

Sementara itu, pengunjung di Hypermart Cilegon mengalami penurunan hingga 40 persen dibanding hari normal. Dari jumlah transaksi penjualan Hypermart, saat ini baru 10 persen yang memanfaatkan Hypermart online. 

Pantauan di Hypermart Cilegon, Jumat (17/4), pembeli terlihat sepi. Dalam waktu sekitar satu jam dari pukul 14.00 hingga pukul 15.00, hanya ada belasan pembeli saja. Beberapa pembeli terlihat membeli bahan pangan seperti terigu, minyak goreng, dan buah-buahan. 

Public Relation Hypermart Fernando Repi mengatakan, penurunan pembeli sangat tajam mencapai 40 persen dibandingkan hari biasa sebelum adanya wabah korona. "Kami juga menyediakan jasa pembelian di Hypermart online yang aplikasinya bisa diunduh di Google Playstore. Tapi, itu juga paling 10 persen yang beli di Hypermart Online," ungkapnya kepada Banten Raya. 

Fernando menjelaskan, pembelian di Hypermart Online pembeli tinggal memilih menu dan barang yang akan dibeli. Barang akan diantarkan ke alamat pembeli dengan jarak maksimal 10 kilometer dari gerai Hypermart terdekat. "Kalau pembelian online kena charge Rp 20 ribu untuk ongkir. Pembayaran bisa lewat digital payment," jelasnya. 

Fernando menambahkan, saat ini masih ada warga yang berkunjung ke Hypermart untuk membeli berbagai kebutuhan. "Saat ini penjualan paling banyak itu hanya sembako atau bahan pangan lainnya. Kalau barang-barang kebutuhan sekunder hampir tidak laku," ungkapnya. (ismet/gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook