Diduga Rambu Mati, KMP Nusa Putera Kandas 12 Jam 

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 20 April 2020 - 20:38:09 WIB   |  dibaca: 132 kali
Diduga Rambu Mati, KMP Nusa Putera Kandas 12 Jam 

Dokumentasi KSOP Kelas I Banten - KANDAS: KMP Nusa Putera yang kandas di sekitar Pulau Merak Kecil, Kota Cilegon, Minggu (19/4) pagi.

CILEGON, BANTEN RAYA - Kapal Motor Penumpang (KMP) Nusa Putera milik PT Putra Master SP Mulia kandas di Perairan Merak, Sabtu (18/4) sekitar pukul 19.55 WIB. Kapal yang hendak bongkar muatan di Dermaga I Pelabuhan Merak tersebut terdampar hingga sekitar 12 jam di sekitar Pulau Merak Kecil.

Informasi yang dihimpun Banten Raya, KMP Nusa Putera berlabuh dari Bakauheni menuju Merak pada sabtu (18/4) sore. Pada pukul 19.55 WIB, kapal sedang mengantre untuk bongkar muatan di sekitar Perairan Merak sebelum masuk ke Dermaga I Pelabuhan Merak. Kemudian, saat kapal melakukan pergerakan untuk bersandar di Dermaga I Pelabuhan Merak, kapal kandas lantaran masuk ke perairan dangkal.

Setelah mengetahui kapal kandas, awak kapal kemudian memberikan berita kandasnya kapal bermuatan penumpang dan kendaraan tersebut kepada Ship Traffic Control (STC) Merak. Kemudian, pada pukul 22.0 WIB, dua tugboat yang berada di Perairan Merak bergerak memberikan pertolongan terhadap KMP Nusa Putera. Akan tetapi, akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat, maka evakuasi dilanjutkan pada pagi hari.

Pada Minggu (19/4) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, kapal baru bisa dievakuasi. Kapal ditarik dengan menggunakan dua tugboat. Kemudian kapal tersebut disandarkan di Dermaga III Pelabuhan Merak untuk melakukan bongkar muatan sekitar pukul 08.50 WIB.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten Viktor Vikki Subroto mengatakan, akibat kandasnya kapal penumpang berada di kapal sekitar 12 jam. Namun, dalam peristiwa kecelakaan tersebut, tidak ada korban. “Saat malam hari, kondisi di sekitar kapal yang kandas airnya sangkat dangkal, itu tidak memungkinkan untuk dilakukannya evakuasi. Kapal berhasil dievakuasi pagi harinya,” kata Viktor kepada Banten Raya.

Viktor menambahkan, setelah kapal bongkar muatan, kemudian kapal anchorage atau tidak dioperasikan sementara. Petugas KSOP Kelas I Banten melakukan pemeriksaan terhadap bagian bawah kapal. “Kami juga masih mendalami kecelakaan kapal ini,” tuturnya.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar pada KSOP Kelas I Banten Hendra Ganefo mengatakan, dugaan awal kecelakaan kapal tersebut akibat padamnya rambu atau buoy di sekitar Pelabuhan Merak. “Kemungkinan bukan faktor cuaca atau human eror. Ada laporan kalau buoy atau rambu tidak nyala,” terangnya.

Di dalam kapal, kata GAnefo, terdapat 29 kendaraan roda empat atau lebih, serta 59 orang penumpang. “Penumpang pejalan kaki satu orang. 58 orang penumpang dalam kendaraan. Semua selamat,” ungkapnya.

Ganefo menambahkan, semua penumpang dan kendaraan yang ada dalam kapal tidak mengalami permasalahan. Kapal masih anchorage di sekitar Perairan Merak. “Petugas kitab sedang melakukan pengecekan under water survei dan pengecekan tangki-tangki kapal,” pungkasnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook