Warga Gunung Sugih Tagih Sertifikat Tanah Program PTSL

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 21 April 2020 - 20:32:42 WIB   |  dibaca: 85 kali
Warga Gunung Sugih Tagih Sertifikat Tanah Program PTSL

Net/Ilustrasi

CILEGON, BANTEN RAYA - Puluhan warga di Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan menagih sertifikat tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2017. Sertifikat Hak Milik (SHM) tersebut diduga sudah jadi pada 2018 dan dipegang oknum calo tanah. Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Masduki kepada wartawan, Senin (20/4).

Masduki mengaku menerima laporan dari puluhan warga yang mengeluhkan soal SHM tersebut, dan langsung melakukan pengecekan ke lapangan. Masduki menjelaskan, sudah ada 20 orang lebih warga Kelurahan Gunung Sugih yang melapor kepadanya. Warga melapor, kata dia, karena sampai sekarang tidak mendapatkan sertifikat tersebut yang diajukan sejak 2017.

"Saya juga heran, ini dua puluh lebih warga yang sudah melapor kepada saya karena saya juga orang sana (Warga Gunung Sugih). Saya sudah cek lapangan lewat aplikasi dan benar itu yang awalnya tanah negara sudah jadi hak milik pribadi, tapi kenapa tidak diberikan sertifikatnya," katanya.

Masduki menjelaskan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dan menanyakan persoalan tersebut kepada pihak kelurahan. Namun, jawaban pihak kelurahan sudah ada dan dipegang seseorang. 

"Ini semakin aneh. Namun kami tidak ingin menduga-duga. Nanti saya minta warga untuk menyurati langsung secara institusi ke dewan, sehingga ada pemanggilan secara resmi oleh dewan," ucapnya.

Hal senada disampaikan Muhidin, warga Gunung Sugih yang memaksa mengambil sertifikat SHM-nya dengan syarat adanya perjanjian hitam diatas putih jika terjual akan memberikan persentase penjualan. Perjanjian tersebut terpaksa dilakukan karena dirinya menginginkan sertifikat hak miliknya diberikan. Namun, manurut Muhidin masih ada puluhan dan bahkan ratusan sertifikat hak milik warga yang belum diberikan.

"Saya itu ada sekitar 5.000 meter, saya paksa untuk diminta, padahal di sertifikat itu sudah ada semenjak 2018. Namun baru saja dikasih setelah 5 bulan lalu terus-terusan diminta. Saya juga sepakati jika menjual harus memberikan ke oknum calo itu," ungkapnya.

Muhidin menjelaskan, pemberian tersebut juga berdasarkan permintaan Lurah Gunung Sugih Bustanil Arifin yang meminta langsung kepada oknum untuk memberikan sertifikat hak milik tanahnya. "Ya, itu juga melalui.lurah yang meminta. Ada ratusan itu jumlahnya. Saya dan salah satu warga atau hanya dua saja yang baru diberikan," pungkasnya.

Sementara itu, Bustanil menjelaskan, membantah adanya warga yang meminta dan melapor sertifikat tanah kepada kelurahan. Ia berjanji akan melakuka pengecekan jika benar-benar hal itu ada. "Belum tau kang. Nanti coba saya kroscek yah. Soalnya BPN juga sekarang itu masih korona," singkatnya melalui telepon seluler. (uri)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook