Tiket Online Penyeberangan Merak Berlaku Mei

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 21 April 2020 - 20:34:36 WIB   |  dibaca: 389 kali
Tiket Online Penyeberangan Merak Berlaku Mei

Ainul Gillang / Banten Raya - SEPI: Tempat pembelian tiket kapal atau bufferzone di SPBU Gerem, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Senin (20/4). 

CILEGON, BANTEN RAYA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengumumkan penjualan atau pemberlakuan tiket penyeberangan secara online dimulai pada 1 Mei 2020. Salah satu pelabuhan yang akan memberlakukan tiket online adalah Pelabuhan Penyebarangan Merak.

Pantauan Banten Raya, Senin (20/4), persiapan pemberlakukan sistem tiket online sepenuhnya telah dilakukan oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak selaku operator pelabuhan. 

Salah satunya dengan pendirian tempat penjualan tiket atau bufferzone di SPBU Gerem dan Rumah Makan Mato Aie di Jalan Akses Tol Merak. Namun, bufferzona tersebut tampak sepi. Hanya ada petugas pelayanan saja, dan tidak ada pengemudi kendaraan yang membeli tiket secara online.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten Nurhadi Unggul Wibowo mengatakan, persiapan penerapan sistem pembelian tiket kapal secara online telah dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry. "Kami di lapangan juga siap untuk menjalankan sistem ini," katanya.

Nurhadi menjelaskan, pemberlakuan tiket online sebagai salah satu percepatan dalam ranah e-ticketing. Sejak diluncurkan pada 2 Maret lalu, tiket angkutan penyeberangan kini dapat diperoleh melalui aplikasi di android dengan nama Ferizy dan dapat diakses melalui laman www.ferizy.com. 

"Sistem ini jawaban atas tuntutan masyarakat kepada kita untuk mempercepat dan memermudah pelayanan untuk menggunakan teknologi. Dengan cara ini kami mengharapkan pelanggan untuk membiasakan teknologi untuk pemesanan tiket. Tahapan berikutnya bisa dilakukan pembayaran di gerai retail terdekat seperti Alfamart atau Indomaret,” jelasnya.

Menurut Nurhadi, pembelian tikeg secara manual mengakibatkan antrean yang panjang saat lalu lintas penyeberangan padat atau peak season seperti libur panjang Lebaran. “Ada dua hal yang menjadi masalah yaitu kalau masa peak season seperti liburan dan masa Angkutan Lebaran maupun Natal Tahun Baru, maka keadaan tidak terkendali. Kedua, kalau tidak diatur maka akan memburuk bagi pengguna jasa apalagi jalan tol dari Palembang sudah semakin mulus menuju Bakauheni. Problemnya makin buruk yaitu tidak dapat dilakukan pencatatan manifest yang efisien dan antrian makin panjang,” ungkapnya. 

Kata Nurhadi, saat ini juga telah disediakan sejumlah buffer zone di luar area Pelabuhan Merak. "Buffer zone adalah area untuk mengarahkan pengguna jasa yang belum memiliki tiket online agar masuk ke buffer zone terlebih dahulu untuk melakukan transaksi online ticketing. Di sekitar Merak ada di SPBU Gerem sama di Rumah Makan Mato Aie. Selain itu juga ada di Rest Area km 68 Serang Timur," urainya. 

Nurhadi menambahkan, pembelian tiket secara online dapat dilakukan maksimal dua jam sebelum keberangkatan dan untuk perubahan atau pembatalan tiket dapat dilakukan paling lambat 48 jam sebelum jadwal keberangkatan. Pihaknya telah mengadakan sosialisai kepada beberapa asosiasi transportasi terkait seperti Gapasdap, Aptrindo, serta Organda dan telah mendapat tanggapan baik. “Pelaksanaan di lapangan mungkin akan ada hambatan karena kita mengubah kebiasaan dan butuh waktu yang tidak sebentar,” tambahnya.

Ketua Pengurus Penyeberangan Truk di Pelabuhan Merak Diki Maula Syaf mengatakan, sebenarnya para pengurus jasa penyeberangan mendukung kebijakan pemerintah, selama Ia bersama rekan-rekannya yang biasa mengurus penyeberangan truk tidak kehilangan pekerjaan yang telah digelutinya selama ini. "kalau baik kebijakan pemerintah kita dukung, tapi jangan sampai kita-kita kehilangan pekerjaan. Harus ada jaminan bagi kami untuk bekerja," tegasnya.

Diki menambahkan, aksi yang menolak pemberlakuan tiket online beberapa hari lalu dilakukan secara spontan. Saat ini belum ada rencana melakukan aksi serupa. "Anggota kami di Merak ada 900 orang. Jangan sampai kita-kita kehilangan pekerjaan atas pemberlakuan tiket online ini," cetusnya. (gillang)


 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook