Tarikan Sepi, Tukang Becak Nunggu Belas Kasihan Warga

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 21 April 2020 - 20:42:17 WIB   |  dibaca: 134 kali
Tarikan Sepi, Tukang Becak Nunggu Belas Kasihan Warga

URI MASYHURI/BANTEN RAYA - TETAP NARIK : Sejumlah tukang becak di Simpang Tiga menunggu tarikan sambil mengharap ada bantuan datang, Senin (20/4).

Dampak penyebaran virus korona sudah sangat terasa secara perekonomian, terutama bagi para pekerja nonformal, seperti tukang becak, tukang ojekonline, ojek pangkalan, dan pedagang kecil. Mereka mengaku tidak ada pemasukan. 

CILEGON, BANTEN RAYA - Sejumlah tukang becak di Simpang Tiga, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta mengaku tetap mangkal seperti biasa. Roheni salah satu tukang becak mengaku, meski sepi tarikan atau hanya rata-rata satu tarikan per hari tetap mangkal. "Sehari-hari tetap mangkal biasanya jam (pukul) 06.00 sudah di lokasi," katanya kepada Banten Raya, Senin (20/4).

Roheni mengaku, dirinya khawatir dengan adanya wabah korona. Namun, terpaksa tetap mangkal karena berharap ada rezeki yang didapat saat keluar rumah. Ternyata bukan hanya ada tarikan yang ditunggu Roheni. Tapi, menunggu ada orang yang baik hati dengan memberikan bantuan atau sumbangan, yang biasa melintas di jalan. Bantuan atau sumbangan itu, berupa beras, makanan, sembako atau uang tunai. "Ada saja satu atau dua kilo beras yang didapat dari warga. Bahkan kalau nasi untuk makan siang itu sudah pasti setiap hari ada yang memberikan," ungkapnya.

Roheni memaparkan, pihaknya berharap secepatnya bantuan yang dijanjikan pemerintah bisa turun, sehingga secara ekonomi bisa terbantu. "Sekarang sudah susah. Tapi ya terpaksa keluar buat nyari kebutuhan. Ada paling satu tarikan itu juga tidak seberapa," papar pria yang berdomisoli di Lingkungan Simpang Tiga ini.

Roheni mengaku sudah diminta KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga) miliknya oleh Ketua RT. "Kalau bisa secepatnya (Bantuan diberikan)," harapnya.

Mamat, warga Kelurahan Masigit juga mengeluhkan hal yang sama. Tukang becak ini juga mengaku, kondisi ekonomi keluarganya sudah kembang kempis akibat pandemi korona. 
Pendapatan seari-harinya hilang, sehingga mengandalakan pemberian dari tetangga dan warga lainnya.

"Ya mau bagaimana lagi semua juga sudah oada libur dan aktifitas sudah mulai jarang. Kami berharap pemerintah jangan terlalu lama juga mmeberikan bantuannya," imbuhnya.
Mamat mengatakan, pihaknya meminta bantuan yang diberikan juga jangan lagi ada pemotongan dan administrasi lainnya. Apalagi kalau suruh ambil ke bank dan lainnya. Soalnya kami ga ngerti soal itu," pungkasnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook