Retribusi Alat Damkar Ditarget Rp 80 Juta

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 21 April 2020 - 20:43:52 WIB   |  dibaca: 100 kali
Retribusi Alat Damkar Ditarget Rp 80 Juta

Net/Ilustrasi

CILEGON, BANTEN RAYA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon manargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Retribusi Pengecekan Alat Pemadam Kebakaran (Damkar) Rp 80 juta. Target tersebut naik Rp 10 juta dari tahun lalu.

Kepala DPKP Kota Cilegon Nikmatullah mengatakan, target PAD yang disumbangkan DPKP Kota Cilegon pada 2019 lalu sekitar Rp 75 juta dari target Rp 70 juta. Pencapaian target PAD yang lebih dari 100 persen tersebut lantaran saat ini perusahaan dan pertokoan semakin sadar akan pentingnya penyediaan dan pengecekan alat damkar.

“Kita naikkan target menjadi Rp 80 juta pada tahun ini. Kami optimistis target tersebut akan tercapai. Retribusi itu satu-satunya PAD yang disumbangkan oleh DPKP untuk APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Cilegon,” kata Nikmat kepada Banten Raya, akhir pekan lalu.

Dikatakan Nikmat, pengecekan alat damkar dilakukan terhadap industri, pertokoan, maupun perkantoran, yang ada alat damkar. Saat ini, retribusi tersebut masih sama. “Ke depan, akan dilakukan klasifikasi. Jadi nanti ada kelas-kelasnya, missal di industri kimia berapa, pertokoan berapa, dibagi kelas berdasarkan risiko kebakaranya,” jelasnya.

Menurut Nikmat, pengecekan alat damkar terhadap alat pemadam api ringan (APAR, sprinkle, dan alat damkar lainnya. “Saat ini, untuk retribusi pemeriksaan alat damkar masih menggunakan perda (Peraturan daerah) lama, yaitu Perda 8 Tahun 2014 tentang Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. Perda baru tersebut yang direvisi masih menunggu di Kemendagri paskadisahkannya oleh DPRD Kota Cilegon Perda baru,” jelasnya.

Ditambahkan Nikmat, dalam mendorong peningkatan retribusi tersebut, pihaknya akan semakin gencar menyosialisasikan terkait pentingnya pemeriksaan alat damkar. Alat damkar harus selalu diperiksa secara berkala. “Target PAD dari damkar selalu naik. Pada 2017 sekitar Rp 60 juta, 2018 Rp 70 juta, dan terakhir Rp 75 juta. Makanya tahun ini juga kami naikkan,’ tuturnya.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Rahmatulloh, sebelumnya  meminta kepada Pemkot Cilegon untuk tetap berupaya menggenjot PAD di beberapa sektor, meski ditengah pandemi korona. "Kami berharap Pemkot Cilegon tetap menggali potensi PAD yang ada meski di tengah pandemi korona," pintanya. (gillang)  

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook