Awasi Penggunaan Anggaran Korona

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 21 April 2020 - 21:02:46 WIB   |  dibaca: 92 kali
Awasi Penggunaan Anggaran Korona

Net/Ilustrasi

CILEGON, BANTEN RAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon untuk turut mengawasi penggunaan anggaran penanganan Corona Virus Dissease 2019 (Covid-19) di Kota Cilegon. 

Kemarin (20/4), Pemkot Cilegon melakukan ekspos anggaran kepada Korps Adhyaksa tersebut di Aula Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen pada Kejari Cilegon Hasan Asyari,  yang hadir di lokasi, mengatakan, Kejari Cilegon diminta oleh Pemkot Cilegon untuk turut mengawasi penggunaan anggaran penanganan korona. Dari pemaparan awal yang dilakukan Pemkot Cilegon, Ia menilai ada beberapa pos anggaran yang akan mendapatkan pengawasan khusus. 

"Penggunaan anggaran ini rawan penyelewengan. Jangan sampai ada penyelewengan untuk bantuan langsung secara tunai," kata Hasan ditemui di Kantor Bappeda Kota Cilegon, kemarin. 

Selain pengawasan dari Kejari, Hasan juga meminta Inspektorat Kota Cilegon turut mengawasi penggunaan anggaran tersebut. Bahkan, pengawasan awal bisa dilakukan oleh Aparat Inetern Pengawas Pemerintah (APIP) di Pemkot Cilegon. "Setelah ekspos ini, kami akan melihat secara komprehensif penggunaan anggarab secara detailnya," tuturnya. 

Diketahui, Pemkot Cilegon menganggarkan Rp 29,5 miliar untuk penanganan korona dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera (APBD) Kota Cilegon 2020. Selain itu, Juga ada anggaran Rp 45 miliar dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Banten. Sehingga, anggaran penanganan korona di Kota Cilegon Rp 74,5 miliar. 

Dari APBD Kota Cilegon 2020, Rp 14,045 miliar untuk penanganan kesehatan, Rp 1.092 miliar untuk penanganan dampak kesehatan, dan untuk jaring pengaman sosial Rp 14,435 miliar. Dari Bankeu Provinsi Banten Rp 14,265 miliar untuk penanganan kesehatan, Rp 9,896 miliar untuk penanganan dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial sebesar Rp 20,838 miliar. 

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik (Diskominfo) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade mengatakan, Pemkot Cilegon menggandeng Kejari Cilegon dalam pergeseran anggaran untuk penanganan korona. Ekspos dilakukan agar dalam penggunaan tersebut tepat sasaran. "Setelah ekspos ini, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) pengguna anggaran bisa berkonsultasi dengan Kejari Cilegon. Misal Dinsos (Dinas Sosial) mau memberikan jaring pengaman sosial, perlu konsultasi ke Kejari agar tepat sasaran dan tidak ada permasalahan hukum," pintanya.

Aziz menambahkan, ada sekitar 10 OPD yang turut dalam penanganan korona ini. "Anggaran sudah bisa digunakan setelah adanya status darurat bencana ini," tuturnya. (gillang)

 

Anggaran Korona

Sumber                                         Jumlah
1. APBD 2020 Pemkot Cilegon    Rp 29,5 miliar 
2. Bankeu Provinsi Banten           Rp 45 miliar 
Total                                              Rp 74,5 miliar

Peruntukan 
1. APBD 2020 Pemkot Cilegon    Penanganan kesehatan        Rp  1.092 miliar
    -            Penanganan dampak kesehatan                              Rp 14,045 miliar 
    -            Jaring pengaman sosial                                            Rp 14,435 miliar

2. Bankeu Provinsi        Penanganan kesehatan                       Rp 14,265 miliar
    -            Penanganan dampak ekonomi dan JPS                   Rp 20,838 miliar. 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook