Dishub Segel Parkiran CBS

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 23 April 2020 - 19:50:25 WIB   |  dibaca: 281 kali
Dishub Segel Parkiran CBS

net/ilustrasi

CILEGON, BANTEN RAYA - Kawasan parkir Cilegon Bussines Square (CBS) yang berada di Pondok Cilegon Indah (PCI), disegel oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon. Penyegelan dilakukan lantaran kawasan parkir CBS merupakan fasilitas umum (fasum) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

Informasi yang diperoleh, awalnya penyegelan dilakukan pada Senin (20/4) lalu, dengan menggratiskan pengunjung atau karyawan perusahaan yang ada di kawasan tersebut. Namun, pada Kamis (23/4) kemarin, pengelola parkiran CV Linggarjati Garden kembali memungut parkir, sehingga Dishub Kota Cilegon kembali mendatangi CBS untuk kembali menyegel. 

Kepala Dishub Kota Cilegon Uteng Dedi Apendi, penyegelan kawasan parkir tersebut lantaran lahan di CBS merupakan fasilitas umum (fasum) milik pemerintah. Sehingga, yang berwenang memungut parkir adalah Dishub Kota Cilegon. "Lahan itu fasos fasum harusnya gratis, Dishub yang menunjuk atau Dishub yang melaksanakan (Pemungutan Parkir -red)," kata Uteng kepada Banten Raya, kemarin. 

Dikatakan Uteng, selain CBS, pihaknya juga masih menyisir fasos dan fasum lain yang masih dipungut. Agar, ke depan pemungutan retribusi parkir lebih tertata. "Selain ini, kita akan menyisir tempat lain. Agar rertribusi parkir di fasos dan fasum kita yang mengelola untuk peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah)," katanya. 

Ditambahkan Uteng, saat ini parkir di CBS masih akan digratiskan terlebih dahulu. Disinggung terkait izin yang telah dikantongi CV Linggarjati Garden selaku pengelola parkir di CBS, Uteng enggan berbicara kebelakang terkait izin yang dikeluarkan terhadap pihak ketiga tersebut. "Kita tidak tidak melihat ke belakang. Itu fasos fasum jadi pemerintah daerah yang berhak mengelola," tambahnya. 

Dihubungi terpisah, Pemilik CV Linggarjati Garden, Amin mengklaim jika pihaknya masih memunyai kewenangan terhadap pemungutan parkir di CBS. Pihaknya memunyai kontrak dengan pemilik kawasan CBS yaiti PT Sehati hingga April 2022. "Kita kontrak dengan PT Sehati masih panjang sampai 2022. Kita memungut parkir di CBS juga telah melalui tahap perizinan di DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) pada Oktober 2019. Rekomendasinya sendiri juga dari Dishub Kota Cilegon dikeluarin, kok ini malah dilarang memungut?," kata Amin kepada Banten Raya. 

Amin telah meminta permohonan kepada Dishub Kota Cilegon untuk membatalkan penyegelan tersebut. Sebab, pihaknya juga harus membayar gaji 12 karyawan yang bertugas di lahan parkir CBS serta beberapa klausul kontrak dengan PT Sehati. "Kita minta penyegelan ditangguhkan. Kita akan buktikan kalau lahan itu bukan fasum, kita sudah minta copyan surat status lahan itu ke PT Sehati di Jakarta, tapi di Jakarta sedang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan kantornya tutup sementara, kami akan buktikan terkait status lahan itu bukan fasum," tandasnya. 

Amin menilai, dalam polemik ini ada perbedaan pandangan dalam organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Cilegon yaitu Dishub dan DPMPTSP. "Intinya kita ada izinya dari DPMPTSP," tegasnya. (gillang)


 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook