Kisah Ridho Putra Alm Yuli Yang Ingin Berprestasi Karate 

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Kamis, 23 April 2020 - 20:18:27 WIB   |  dibaca: 157 kali
Kisah Ridho Putra Alm Yuli Yang Ingin Berprestasi Karate 

Basyar/Banten Raya - RAIH PERAK : Ridho Pamungkas berhasil meraih medali perak saat mengikuti Kejurprov Forki Banten akhir tahun 2019 lalu.

Yuli (43) warga Lontar Baru, Kota Serang yang meninggal dunia karena kelelahan setelah viral tidak makan dan hanya minum air galon selama dua hari ternyata mempunyai putra bernama Ridho Pamungkas yang merupakan atlet karate junior berbakat.

Abdul Basyar – Kota Serang

Siswa kelas 4 SD Negeri Kaloran, Kota Serang itu, berlatih olahraga bela diri karate di perguruan Wadokai Kota Serang, yang dojonya tak jauh dari tempat tinggalnya. Ridho juga dikabarkan sering kali mengikuti beberapa kejuaraan karate tingkat daerah di Banten.

"Ridho sempat mempersembahkan medali perak di ajang bergengsi, Kejuaraan Provinsi dan Festival Forki Banten 2019, ketika tampil di kelas -35 kilogram kumite usia dini. Selain itu, Ridho juga pernah tampil hingga babak semifinal di ajang antar pelajar se-Banten Piala Ketua DPRD Kota Serang 2020," beber pelatih karate Wadokai Kota Serang Tubagus Fuad Tofanni kepada Banten Raya.

Fuad menceritakan, almarhumah ibu nya Ridho sempat mengirimkan bukti rekaman video Ridho saat berlatih secara mandiri di halaman rumahnya. Terakhir mengirim video pada Sabtu (18/4) akhir pekan lalu.

"Ibu nya Ridho selalu memberikan semangat serta motivasi saat Ridho latihan, meski dengan segala keterbatasan yang ada," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Wadokai Kota Serang ini.

Lanjut Fuad, dikenal sebagai sosok anak yang penuh semangat dalam berlatih dan disiplin, serta memiliki bakat yang kuat di bidang karate. "Bakat Ridho kami lihat sangat potensial, hal itu dilihat dari antusiasnya yang tinggi pada ilmu bela diri karate ini," sambungnya.

Pihaknya mengaku, akan membina Ridho hingga menjadi atlet karate terbaik yang dimiliki Kota Serang. Soal musibah yang terjadi pada keluarganya, Fuad mengaku prihatin, dan berharap tidak ada kasus serupa di Kota Serang. 

"Insya Allah, peristiwa ini dan semangat almarhumah dalam mendidik putranya menjadi inspirasi kami para pengurus, pelatih dan atlet lainnya di Wadokai, untuk lebih fokus membina kohai-kohai menjadi karateka yang patuh pada sumpah karate," tutupnya. (***)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook