Pendapatan PLTU Labuan Turun Akibat Korona

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Minggu, 26 April 2020 - 21:01:54 WIB   |  dibaca: 232 kali
Pendapatan PLTU Labuan Turun Akibat Korona

Net/Ilustrasi

PANDEGLANG, BANTEN RAYA -  Pendapatan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang mengalami penurunan akibat mewabahnya virus korona.

General Manager Indonesia Power PLTU 2 Labuan Zuhdi Rahmanto menyebutkan, virus korona berdampak terhadap pendapatan perusahaan. Salah satunya terjadi pada penurunan beban listrik, sehingga mesin pembangkit listrik milik PLTU 2 Labuan tidak beroperasi secara maksimal. "Untuk pembangkit listrik Jawa-Bali ini terjadi penurunan sebesar 12 persen, karena dari beban puncak daya listrik 27 ribu mega watt terjadi penurunan sekitar 3 ribu mega watt," kata Zuhdi, kemarin.

Dia menilai, jika virus korona terus berlanjut, akan mengakibatkan semakin menurunnya penggunaan daya listrik dari beberapa pabrik dan perusahaan yang tutup. "Ya, kalau Covid-19 ini berlarut-larut, tentu akan menurunnya penggunaan daya listrik, dan otomatis pendapatan perusahaan akan semakin menurun, karena kalau perusahaan-perusahaan besar berhenti beroperasi, tentu penggunaan daya listrik ke PLTU menurun, dan itu tentu akan berdampak terhadap pendapatan perusahaan," imbuhnya.

Untuk memaksimalkan pendapatan, kata Zuhdi, pihak PLTU harus mengeluarkan kebijakan bagi sebagian pegawai agar bekerja di rumah selama mewabahnya virus korona. "Dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini kita sudah menetapkan prosedur dan protokol kesehatan, dengan mengatur sebagian jadwal kerja pegawai. Seperti pegawai yang tidak berkaitan dengan produksi bekerja dari rumah. Tapi tidak kami pungkiri kalau PLTU harus ada pegawai yang masuk, karena berkaitan dengan proses tenaga listrik yang beroperasi selama 24 jam," ujarnya.

Humas PLTU 2 Labuan Heri Hermawan menuturkan, pihak perusahaan sudah melakukan edaran direksi terkait pelaksanaan work from home (WFH) bagi beberapa pegawai. "WFH atau kerja jarak jauh ini diberlakukan terhadap pekerja   seperti administrasi dan mesin. Kami juga memfasilitasi bagi pegawai dalam melakukan WFH, karena kami upayakan 90 pegawai melakukan WFH untuk mencegah penyebaran Covid-19," tuturnya. (yanadi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook