Warga Miskin Naik 266 Ribu Jiwa

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 28 April 2020 - 15:02:06 WIB   |  dibaca: 85 kali
Warga Miskin Naik 266 Ribu Jiwa

SERANG, BANTEN RAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat angka kemiskinan di Banten berpotensi menembus angka 9 persen atau sebanyak 908 ribu jiwa. Hal tersebut terjadi dari dampak pandemi virus korona yang mengakibatkan banyaknya warga yang hilang pekerjaan.

Informasi yang dihimpun, angka itu naik jika dibandingkan di September 2019. Berdasarkan rilis BPS Banten nomor 05/01/36/Th.XIV tercatat prosentase kemiskinan di Banten adalah 4,94 persen atau 641,42 ribu jiwa.

Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana mengatakan, secara umum pandemi korona di Banten untuk kondisi di Maret belum terlalu berpengaruh. Akan tetapi, jika melihat kondisi April mulai terlihat adanya dampak dimana angka kemiskinan mulai meningkat.

"Mungkin kita akan rilis kemiskinan dalam waktu dekat. Tetapi kondisi pada bulan Maret 2020, dimana korona belum terlalu berdampak bagi rakyat Indonesia. Jika kondisinya pada bulan April, pasti meningkat," ujarnya kepada Banten Raya, Senin (27/4).

Ia menjelaskan, jika pada September 2019 tingkat kemiskinan ada di angka 4,94 persen bisa jadi ada kenaikan ke 7-8 persen. Penambahan terjadi di wilayah perkotaan sebagai daerah yang paling terdampak korona terutama Tangerang Raya. "(Angka kemiskinan) sekitar 908 ribu-an (jiwa)," katanya.

Peningkatan kemiskinan di wilayah perkotaan, kata dia, terjadi karena banyaknya tenaga kerja harian yang tak bisa lagi bekerja. Lantaran tak bekerja mereka kehilangan pemasukan yang semestinya untuk menyokong kebutuhan sehari-hari. "Seperti di sektor transportasi, perdagangan maupun pariwisata," ungkapnya.

Sedangkan di pedesaan, diakuinya tetap akan turut terdampak pandemi virus korona meski tidak terlalu besar. Terlebih, saat ini petani sedang memasuki musim panen sehingga memiliki pemasukan yang baik.

"Kemiskinan di pedesaan berpengaruh tetapi tidak terlalu besar karena saat ini masih musim panen padi. Hasil pertanian harganya sedang bagus seperti holtikultura cabai, bawang. (Sementara) sayur jadi tidak terlalu bagus," tuturnya.

Disinggung apakah bantuan jaring pengaman sosial bisa membantu mereka agar tak menjadi miskin, Adhi membantahnya. Menurutnya, bantuan tersebut hanya bersifat sebagai penolong untuk bertahan hidup."Belum tentu, karena bantuan Rp600.000 (per KK per bulan) hanya untuk jaring pengaman sosial. Lebih ke bertahan hidup, hidup di sekitar garis kemiskinan," ujarnya.

Terkait banjir bandang dan longsor yang menerjang Kabupaten Lebak pada awal 2020,  tak dipungkiri juga berkontribusi terhadap angka kemiskinan. Meski demikian, penambahannya sangat sedikit. "Banjir bandang dan longsor di Lebak berpengaruh terhadap kemiskinan tetapi hanya sebagain kecil di masyarakat Lebak saja," pungkasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, untuk penanganan Covid-19 Pemprov Banten akan kembali melakukan realokasi anggaran. Hasil dari proses tersebut digunakan untuk pembiayaan tiga program penanganan Covid-19 untuk bidang kesehatan, ekonomi dan  jaring pengaman sosial. "Recovery pasca Covid-19 hampir Rp230 miliar. Kita lagi bahas bentuk recovery ekonomi dalam bentuk apa masih menunggu arahan dari pusat," ujarnya.

Untuk saat ini, pemprov sudah mulai mendistribusikan jaring pengaman sosial dari hasil refocusing tahap II untuk 421.177 kepala keluarga (KK) sejak pekan lalu. Adapun besaran bantuan untuk Tangerang Raya dan lima kabupaten/kota lainnya mengalami sedikit perbedaan. Untuk Tangerang Raya nilai jaring pengaman sosialnya adalah Rp600.000 per KK per bulan. Sementara untuk daerah lainnya Rp500.000 per KK per bulan.

"Pembagian bank penyalur terdiri atas BJB untuk Kabupaten dan Kota Tangerang sebanyak 235.916 KK dengan total nilai Rp424 miliar. BJB Syariah untuk Kota Tangerang Selatan sebanyak 22.258 KK sebesar Rp40 miliar. BRI untuk Kabupaten Pandeglang dan Lebak 56.328 KK sebesar Rp84,4 miliar serta Bank Banten untuk Serang Raya dan Kota Cilegon 106.675 KK senilai Rp160 miliar. Total nilai JPS yang disalurkan Rp709,2 miliar," katanya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook