RPJMD 2016-2021 Jadi PR Terberat

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 28 April 2020 - 19:02:57 WIB   |  dibaca: 140 kali
RPJMD 2016-2021 Jadi PR Terberat

Ainul Gillang / Banten Raya - Istoghosah Perayaan HUT Kota Cilegon ke-21 di Masjid Nurul Iman, Senin (27/4). 

CILEGON, BANTEN RAYA - Di tengah pandemi virus korona yang juga melanda Kota Cilegon, membuat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cilegon ke-21 dirayakan dengan kesederhanaan, Senin (27/4). Perayaan hanya istighosah di Masjid Nurul Iman Kota Cilegon dengan peserta hanya pejabat eselon II dan dari Forum KOmunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon.

Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, tak seperti biasanya perayaan HUT Kota Cilegon dilakukan dengan sederhana karena adanya pandemi korona. Perayaan hanya dengan istighosah saja. “Kita bersyukur masih diberi kesehatan oleh Allah SWT dan berharap musibah ini segera selesai,” kata Edi usai istighosah.

Edi mengatakan, di usia ke-21 masih ada beberapa Pekerjaan Rumah (PR) Pemkot Cilegon yang belum terselesaikan. Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon 2016-2021 masih ada beberapa yang belum tercapai. “PR terberat ya RPJMD tak tercapai,” kata Edi.

Meski ada beberapa RPJMD 2016-2021 yang tidak tercapai, Edi meminta kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon dan masyarakat untuk memahami kondisi saat ini. Sebab, dengan adanya pandemi korona ini beberapa program tidak bisa berjalan sesuai dengan rencana. “Mudah-mudahan masyarakat dan Dewan pada ngerti,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati mengatakan, adanya program RPJMD 2016-2021 yang tidak tercapai, akibat adanya pandemi korona. 

Ia menilai, jika tidak terhambat oleh pandemi korona tersebut, target RPJMD 2016-2021 masih bisa dikejar. “Kita sudah maksimal. Stakeholder lain juga kami harap berperan bersama-sama untuk kemajuan Kota Cilegon,” harapnya.

Disinggung terkait banyaknya pengangguran, Ati mengklaim Pemkot Cilegon sudah memunyai konsep untuk pengentasan pengangguran. Hanya saja, di tengah pandemi korona seperti saat ini mayoritas industri juga tidak melakukan rekrutmen karyawan. “Paska wabah ini selesai, kami akan sinergikan antara industri dan pemerintah untuk penanganan masalah pengangguran,” ujarnya.

Ati menambahkan, saat ini Pemkot Cilegon masih fokus untuk penanganan masalah virus korona dan dampaknya di Kota Cilegon. “Kita saat ini fokus untuk penanganan Covid-19 dulu,” ujarnya.

Pada bagian laib, Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) melalukan aksi damai refleksi memeringati HUT Kota Cilegon yang digelar di Simpang Landmark Kota Cilegon, Senin (27/4) sore. Aksi tersebut diikuti belasan orang dengan membawa berbagai spanduk kritikan kepada Pemkot Cilegon.

Ketua IMC Rizki Putra Sandika mengatakan,  refleksi aksi peringatan HUT Kota Cilegon dilakukan menggunakan protokol Covid-19. Di usia 21 tahun Kota Cilegon, Kantor Pemerintahan Kota Cilegon masih numpang. Selain itu, pihaknya meminta Pemkot Cilegon transparan dalam penggunaan anggaran penanganan virus korona senilai Rp 74,5 miliar. "RPJMD kita soroti. One village one product, sampai saat ini mana? Trias politika juga kita soroti bukan eksekutif saja, tapi dewan juga dan yudikatif juga tumpul," ucapnya. (gillang)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook