APBD Berpotensi Anjlok 60 Persen

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 28 April 2020 - 19:31:54 WIB   |  dibaca: 176 kali
APBD Berpotensi Anjlok 60 Persen

Net/Ilustrasi

CILEGON, BANTEN RAYA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon 2020 berpotensi anjlok hingga 60 persen. APBD Kota Cilegon 2020 yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon pada akhir 2019 sebesar Rp 2,2 triliun.

Ketua DPRD Kota Cilegon Endang Efendi mengatakan, dengan adanya pandemi korona, Kota Cilegon juga merasakan dampaknya meskipun di Kota Cilegon belum ada kasus positif korona. Saat ini, beberapa aktivitas perekonomian tidak berjalan normal.

“Seperti contohnya hotel, saat ini hampir tidak ada pengunjungnya. Restoranpun demikian, pembelinya menurun karena tidak lagi menyediakan makan di tempat hanya take away saja. Dampak ekonomi seperti ini terasa di Cilegon sejak bulan lalu dan kita belum tahu sampai kapan,” kata Endang ditemui di Kantor DPRD Kota Cilegon, Senin (274).

Dikatakan Endang, potensi anjloknya APBD Kota Cilegon lantaran beberapa potensi pendapatan asli daerah (PAD) terancam berkurang seperti pajak restoran, pajak hotel, sumbangan PAD dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan beberapa potensi pendapatan lainya. “Sehingga, harus ada refocusing untuk anggaran. Ada beberapa program yang ditunda dulu,” kata Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Menurut Endang, anggaran yang saat ini ada juga difokuskan untuk penanganan wabah korona. Baik dari sisi kesehatan, ekonomi, dan jarring pengaman sosial. “Kita berharap semua ini bisa cepat puih agar aktivitas bisa seperti biasa,” harapnya.

Endang menambahkan, selain potensi penurunan APBD, dan bantuan dari pemerintah provinsi yang seharusnya untuk pembangunan infrastruktur turuta dialihkan untuk penanganan wabah korona. “Banyak pekerjaan infrastruktur yang berpeluang ditunda,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan UMum dann Tata Ruag (DPUTR) Kota Cilegon Ridwan mengatakan, beberapa kegiatan prioritas di DPUTR juga ada yang ditunda. Seperti halnya pembangunan fisik JLU, peningkatan kualitas jalan, normalisasi kali, dan beberapa kegiatan lain. “Kegiatan-kegiatan yang belum lelang kita tunda dulu. Kalau yang sudah lelang ada yang lanjut seperti pembangunan Gedung Setda enam lantai karena memang sudah dilaksanakan sebelum pandemi korona,” jelasnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook