Jumlah ODP dan PDP Terus Bertambah

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 05 Mei 2020 - 20:15:45 WIB   |  dibaca: 87 kali
Jumlah ODP dan PDP Terus Bertambah

Ainul Gillang / Banten Raya - Rapat evaluasi Gugus Tugas COVID-19 Kota Cilegon di Aula Setda Pemkot Cilegon.

CILEGON, BANTEN RAYA - Jumlah kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus korona di Kota Cilegon terus bertambah.

Hal ini diduga akibat ketidak patuhan warga terhadap Imbauan Walikota Cilegon terkait Physical Distancing dan Social Distancing sebagai upaya pemerintah menekan penyeberan virus korona di Kota Cilegon. 

Data yang dihimpun Banten Raya, Senin (4/5) pukul 16.00 WIB, jumlah ODP sebanyak 495 orang, dengan jumlah 48 orang masih dalam pemantauan, dan 447 orang selesai pemantauan. Kemudian, jumlah OTG sebanyak 45 dan semuanya masih menjalani isolasi mandiri. Sementara jumlah PDP sebanyak 21 orang, 11 orang meninggal dunia, 5 orang masih dirawat, dan 5 orang sembuh. Jumlah positif korona 1 orang masih dalam perawatan.

Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, kepatuhan warga untuk melakukan physical distancing dan social distancing masih rendah, sehingga setiap hari jumlah ODP maupun PDP terus bertambah. “WHO (World Healthy Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia) kan menyarankan juga untuk physical distancing dan social distancing untuk pencegahan korona,” katanya usai Rapat Evaluasi Gugus Tugas COVID-19 di Aula Setda II, Senin (4/5).

Dikatakan Edi, jika imbauan WHO dan Pemkot Cilegon tidak dipatuhi, jumlah kasus ini tidak berpotensi bertambah. Menurutnya, imbauan dari pemerintah sudah cukup. “Hanya tinggal kepatuhan masyarakat. Kecamatan dan Kelurahan Siaga sudah kita bentuk, kalau tidak didukung oleh masyarakatnya, juga berpotensi naik,” katanya.

Edi menambahkan, puncak mudik atau sekitar sepekan menjelang Lebaran menjadi perhatian pihaknya. Selain berpotensinya ada warga luar kota yang datang ke Cilegon, juga Pelabuhan Merak yang menjadi jalur mudik menuju Sumatera, menjadi perhatiannya. “Kita waspadai di puncak mudik,” ujarnya singkat.

Di tempat yang sama, Direktur Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon Rachmat Setiarsa mengatakan, pihaknya mendukung langkah pemerintah terkait imbauan social distancing. Saat ini, 28 tenaga medis RSKM masih menjalani isolasi mandiri sebagai upaya pencegahan penyeberan virus korona. “28 tenaga medis yang pernah kontak langsung masih menjalani isolasi mandiri. Ini hari keenam. Di mess yang berada di Perumahan KS,” katanya.

Dengan berkurangnya tenaga medis, kata Rachmat, pihaknya juga mengurangi jumlah layanan kamar rawat inap di RSKM. “Ini kerana 28 tenaga medis kita diisolasi, ada beberapa ruang kita kurangi. Kita tidak ingin pasien yang dirawat tidak terlayani dengan baik,” katanya. (gillang)

 


 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook