Penerima Bantuan Korona 77 Ribu KK

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 05 Mei 2020 - 20:22:35 WIB   |  dibaca: 97 kali
Penerima Bantuan Korona 77 Ribu KK

URI MASYHURI/BANTEN RAYA - MENUNGGU BANTUAN : Warga tidak mampu tengah menunggu bantuan makanan pembuka dan sumbangan lainnya di depan Masjid Agung Nurul Ikhlas.

CILEGON, BANTEN RAYA – Pemkot Cilegon telah melakukan pendataan terhadap penerima bantuan terdampak virus korona di Kota Cilegon. Jumlahnya sebanyak 77 ribu kepala keluarga (KK), yang terdiri dari 65.083 KK terdampak sosial dan 11.978 KK terdampak ekonomi. 

Juru Bicara Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade menyatakan, pihaknya telah menyiapkan skema untuk penanganan dampak ekonomi dan sosial terhadap pandemi virus korona. 

Dari anggaran Rp 74,57 miliar, sebesar Rp28,3 miliar atau 37,96 persen untuk penanganan kesehatan. Sisanya, sebesar Rp10,98 miliar atau 14,74 persen untuk ketahanan ekonomi dan sebesar Rp35,27 miliar atau 47,30 persen untuk jaring pengaman sosial (JPS). “Ada 77.070 KK yang akan mendapatkan bantuan,” katanya kepada Banten Raya, Minggu (3/5).

Aziz menjelaskan, 77.070 ribu KK yang akan mendapatkan bantuan, terdiri dari 11.978 KK terdampak ekonomi, dan 65.083 KK terdampak sosial. Azis menambahkan, pengalokasian bantuan tersebut berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 terkait dengan refocusing anggaran penanganan Covid-19 Kota Cilegon.

Berdasarkan data, kata Aziz, warga penerima bantuan tersebut terdiri dari petani sebanyak 4.000 KK, yang masing-masing akan mendapatkan bantuan Rp1 juta, dan nelayan sebanyak 489 KK sebesar Rp1 juta.

Kemudian, subsidi angsuran untuk mitra Unit Pelaksana Teknis Pemberdayaan Ekonomi Mandiri (PEM) sebanyak 1.475 tenant, bantuan modal Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebanyak 500 KK sebesar Rp1 juta, bantuan modal Industri Kecil Mengenah (IKM) sebanyak 90 IKM sebesar Rp1,5 juta, dan bantuan Pedagang Kaki Lima (PKL) 489 KK sebasar Rp500 ribu.

Selanjutnya, ojeg pangkalan 3.228 KK sebesar Rp500 ribu, supir angkot sebanyak 1.216 kk sebesar Rp500 ribu dan bantuan PHK sebanyak 500 orang sebesar Rp1 juta. Sementara untuk JPS yaitu program regular JPS pusat sebanyak 29.217 KK sebesar Rp1 juta, program regular JPS provinsi sebanyak 20.375 KK masing-masing sebesar Rp1 juta, APBD refocusing sebanyak 15.491 KK sebesar Rp1 juta dan paket sembako 54.000 paket masing-masing 200 ribu. “Tiga pilar ini kesehatan, ekonomi dan sosial, fokus untuk bisa dilakukan penanganan. Ini menjadi hal yang harus dilakukan Pemkot Cilegon,” imbuhnya.

Asisten Daerah II Setda Kota Cilegon, Tb Dikrie Maulawhardana mengungkapkan, pihaknya akan terus berupaya mempertahankan perekonomian ditengah wabah. Diharapkan berbagai skema berupa stimulus bisa menjadikan para pengusaha baik IKM dan UKM tetap bertahan. “Kami akan maksimalkan dengan anggaran penanganan korona yang sudah disiapkan. Diharapkan ini bisa menjadi satu solusi ditengah badai wabah,” imbuhnya. (uri)



 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook