Rapid Test Negatif, 16 Pegawai Untirta Tetap Diisolasi

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 05 Mei 2020 - 20:54:01 WIB   |  dibaca: 370 kali
Rapid Test Negatif, 16 Pegawai Untirta Tetap Diisolasi

satibi/Banten Raya - RAPID TEST MANDIRI : Untirta melakukan rapid test mandiri kepada 16 pegawai Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Senin (5/4). Hasilnya sementara semuanya negatif.

SERANG, BANTEN RAYA - Sebanyak 16 pegawai di lingkungan Kepegawaian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dinyatakan negatif setelah menjalani pemeriksaan cepat atau rapid test Covid-19. Tes tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Untirta mengingat ada salah satu pegawai Untirta yang dinyatakan positif korona.

Menurut Rektor Untirta Fatah Sulaiman, rapid test yang dilakukan melibatkan tim kedokteran dari Fakultas Kedokteran Untirta dilanjutkan dengan menggunakan polymerase chain reaction (PCR). Tidak hanya itu, pihaknya juga menyediakan regent dan proses pemeriksaan internal yang dilakukan menggunakan laboratorium Fakultas Kedokteran. “Tidak hanya tes internal, kami juga mempersilakan kepada seluruh pegawai terutama yang mengalami gejala panas, demam, batuk dan pilek untuk melakukan rapid test di pusat pelayanan kesehatan dengan biaya yang ditanggung oleh pihak kampus,” kata Fatah, Senin (4/5).

Ia mengatakan, terhitung Senin (4/5) seluruh staf bagian kepegawaian dan tata laksana Untirta menjalankan work from home selama 14 hari dan diminta untuk menjalankan isolasi mandiri sesuai dengan protokol penanganan Covid-19. Selain itu, lanjut Fatah, untuk mencegah terjadinya penularan di dalam kampus, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala, yang dimulai dari Gedung Rektorat dan dilanjutkan ke seluruh gedung yang berada di lungkungan kampus.

Dalam kesempatan itu, Fatah juga mengimbau kepada jajarannya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, tetap tenang dan jangan panik dalam menghadapi pandemi Covid-19, serta lebih disiplin dalam menjalani anjuran pemerintah sesuai protokol penanganan Covid-19. “Kami juga akan memberikan dukungan kepada pegawai yang dinyatakan positif Covid-19, dengan memberikan sejumlah bantuan dalam bentuk suplai obat, vitamin dan sembako. Kami juga akan melakukan pengetatan akses ke kampus Untirta sesuai dengan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Terkait dilakukan penutupan kampus, Fatah menyampaikan bahwa hal tersebut masih dalam proses pembahasan. Karena pelayanan dalam bidang pendidikan tidak boleh terganggu ditengah pandemi Covid-19. Veronika Dian Faradisa, Kasubag Humas Untirta menyampaikan pihaknya memberikan bantuan kepada AT, salah seorang pegawai yang dinyatakan postif Covid-19 sesuai dengan protokol penanganan Covid-19, yaitu bantuan yang diberikan diletakan di depan atau di luar halaman depan rumah AT. “Jikalau tidak bisa masuk ke akses komplek rumahnya, tim akan menitipkan bantuan tersebut di pos satpam. Kami juga akan melakukan penyemprotan tahap 2 dimulai dari Gedung FKIP Lama sampai dengan UPT Perpustakaan,” ujar Dian. (satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook