Anak-anak Korban Banjir Diajak Hilangkan Trauma

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 08 Mei 2020 - 19:38:30 WIB   |  dibaca: 219 kali
Anak-anak Korban Banjir Diajak Hilangkan Trauma

URI MASYHURI/BANTEN RAYA - TRAUMA HEALING : Puluhan Anak-anak di Puri Krakatau mendapatkan trauma healing oleh psikolog.

CILEGON, BANTEN RAYA – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon melakukan trauma healing kepada ratusan anak-anak korban banjir di 4 titik wilayah yang terkena banjir. Anak-anak korban banjir mudah terserang stres dan trauma karena diperlihatkan dengan kondisi rumah dan lingkungan rusak terkena banjir.

Kepala DP3AKB Kota Cilegon Heni Anitasusila menjelaskan, trauma healing dilakukan bersama dengan Forum Kota Anak Cilegon (Fokacil) dan Generasi Berencana (Genre) Kota Cilegon. Dengan trauma healing diharapkan anak-anak bisa kembali ceria dan sejenak melupakan banjir yang terjadi dan menerjang rumahnya.

“Kami bersama Fakocil, Genre dan juga psikolog memberikan keceriaan, bermain, bercerita dan hal menyenangkan lainnya. Ini supaya anak-anak bisa terhibur,” katanya kepada wartawan usai memberikan trauma healing di Puri Krakatau, Kelurahan Kota Sari, Kecamatan Grogol, Rabu (6/5).

Heni menjelaskan, tidak hanya bantuan berbentuk sembako saja yang dibutuhkan korban bencana. Namun, lanjut dia, bantuan untuk mengembalikan psikologi korban, terutama anak-anak juga sangat penting dilakukan.

“Ini juga penting sebagai bentuk memberikan optimisme kepada anak-anak, mereka punya masa depan dan cita-cita, sehingga harus terus dipupuk,” paparnya.

Anggota Forum Kota Anak Cilegon (Fokacil) Yulia mengatakan, trauma healing yang diberikan kepada anak-anak tidak bisa 100 persen melupakan apa yang telah terjadi. Namun, kata dia, minimal anak-anak tidak larut dalam kesedihan yang mendalam, walaupun memori manusia mustahil melupakan peristiwa pahit seperti bencana.

“Trauma healing macam-macam, di antaranya menyanyi bersama, bercerita yang lucu, bahkan bila diperlukan selain anak, orangtua juga diajak untuk bergembira. Kami mengajak para korban untuk melepaskan diri dari rasa takut jika ingatan terhadap bencana muncul kembali,” pungkasnya. (uri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook