PT. JMR Bantu Warga Ciwandan Perangi Korona

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Minggu, 10 Mei 2020 - 19:46:03 WIB   |  dibaca: 266 kali
PT. JMR Bantu Warga Ciwandan Perangi Korona

URI MASYHURI/BANTEN RAYA - BERIKAN BANTUAN : Factory Manager PT JMR Muhammad Syah Marpaung memberikan bantuan secara simbolis kepada Camat Ciwandan Agus Ariyadi.

CILEGON, BANTEN RAYA - PT Jawamanis Rafinasi (JMR) menyalurkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD), masker, hand sanitizer, kacamata safety, thermometer, alat semprot, dan cairan disinfektan ke Kelurahan Randakari, Puskesmas Ciwandan, Kecamatan Ciwandan, Jumat (8/5). Bantuan tersebut untuk penanganan virus korona di wilayah Ciwandan.

Factory Manager PT JMR Muhammad Syah Marpaung menjelaskan, pihaknya memberikan bantuan tersebut sebagai bentuk kegatan Wilmar Peduli, dimana ada 1 juta US dolar yang dibagikan dalam bentuk alat-alat serta sembako guna penanganan korona di 10 unit wilayah se-Indonesia.

"Ini merupakan kegiatan dari Wilmar Peduli, dimana PT JMR sebagai bagian juga ikut menyalurkan sejumlah alat untuk pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19," katanya kepada wartawan.

Muhammad Syah mengungkapkan, pihaknya berharap dengan bantuan tersebut bisa membantu pemerintah Kota Cilegon, khusunya Pemerintah Kecamatan Ciwandan dalam hal memutus mata rantai penularan virus korona.

"Kami harap bantuan ini bisa membantu meringankan tugas pemerintah dalam hal bersama-sama memcegah dan memutus korona," imbuhnya.

Sementara itu, Camat Ciwandan Agus Ariyadi mengungkapkan, pihaknya berterimakasih kepada PT JMR dan seluruh industri yang ada di Ciwandan. Nantinya, lanjut Agus, pihaknya akan menyalurkan langsung ke 31 posko siaga Covid-19 yang sudah dibentuk.

 “Nanti kami serahkan langsung kepada posko siaga Covid-19 yang sudah terbentuk. Nantinya akan disalurkan kemabali kepada warga,” ungkapnya.

Agus menambahkan, berkat peran industri yang mendukung peran pemerintah dalam pencegahan virus korona, sampai sekarang angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kecamatan Ciwandan masih 16 orang dan terkecil, dan untuk Pasien Ddalam Pengawasan (PDP) masih nihil.  

“Berkat peran industri juga kami bisa menekan angka hanya ODP 16 orang, semoga bisa semakin berkurang, jangan nambah dan semoga bisa kami lock,” pungkasnya. (uri)


 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook