LPA Minta Polisi Selidiki Pengelola Tambang Galian C Ilegal

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Minggu, 10 Mei 2020 - 19:52:00 WIB   |  dibaca: 173 kali
LPA Minta Polisi Selidiki Pengelola Tambang Galian C Ilegal

Dok Banten Raya - PENCARIAN KOBAN: Petugas melakukan pencarian terhadap jenazah Fahri.

CILEGON, BANTEN RAYA – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Cilegon meminta pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa tenggelamnya Fahri (7), di kubangan bekas galian C atau pasir pada Rabu (6/5) lalu.

Pengusaha tambah seharusnya melakukan reklamasi bekas tambangnya. Selain yang berada di Kelurahan Banjar Negara, Kecamatan Ciwandan, masih banyak lagi bekas tambang di sepanjang jalan lingkar selatan (JLS).

Ketua LPA Kota Cilegon Ahkdi Kumaeni menjelaskan, tewasnya Fahri bukan sekadar kecelakaan. Namun, kata dia, hal tersebut diduga akibat kelalaian pengusaha galian C yang tidak melakukan reklamasi atau memagar bekas galian itu.

“Sepertinya sepanjang jalur JLS semua tambang tidak ada yang ditutup dengan pagar pembatas. Padahal kalau proyek seharusnya ada (pagar pembatas) sesuai K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja),” katanya kepada wartawan, Jumat (8/5).

Ahkdi menyatakan, pihaknya meminta pemerintah juga tegas terhadap para pengusaha tambang galian c dengan melakukan penertiban, sehingga tidak ada lagi sejumlah tambang yang diduga ilegal masih beroperasi.

 “Kami minta pemerintah untuk menertibkan kembali berbagai bentuk perizinan dan lainnya, sehingga pelaksanaan tambang sesuai dengan aturan, baik K3 dan lainnya,” paparnya.

Ahkdi menambahkan, jika bekas tambang galian tidak dipagar atau dibiarkan terbuka, maka hal yang sama akan terjadi, dimana setiap tahun akan ada anak tenggelam di bekas galian C.

“2018 ada Arya (7) dan sekarang Fahri, Saya meyakini jika tidak dilakukan pengurugan bekas tambang, maka setiap tahun akan ada korban tenggelam,” pungkasnya.

Sekretaris LPA Kota Cilegon Agur Nurshiddqi menjelaskan, pihaknya meminta kepada anggota DPRD Kota Cilegon perlu segera meninjau kembali berbagai Peraturan Daerah (Perda) soal industri dan tambang.

“Kami harap jika ada aturannya maka direvisi. Namun jika belum maka diatur dengan sebaik-baiknya, sehingga keberadaan tambang juga aman,” paparnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook