Dewan Tegur Agen Gas Elpiji Nakal

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Minggu, 10 Mei 2020 - 20:26:25 WIB   |  dibaca: 189 kali
Dewan Tegur Agen Gas Elpiji Nakal

PURNAMA/BANTEN RAYA - MELEBIHI HET: Anggota DPRD Lebak dan petugas Disperindag serta Satpol PP saat mengecek harga elpiji di salah satu pangkalan di Rangkasbitung.

LEBAK, BANTEN RAYA- Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lebak Abdul Rohman menegur sub agen elpiji (pangkalan) yang menjual gas bersubsidi 3 kilogram (kg) melebihi harga eceran tertinggi (HET) dari Rp 16.000 menjadi Rp 18.000. Teguran dilayangkan Rohman saat melakukan sidak bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Satpol PP Kabupaten Lebak ke sejumlah agen dan sub agen elpiji di Kecamatan Rangkasbitung, Jumat (8/5).

"Harga gas (bersubsidi) di agen Rp 14.800 dan dalam Perbup untuk pangkalan tidak boleh jual lebih dari Rp 16.000. Secara aturan kalau lebih dari Rp 16 ribu (Rp 18 ribu) salah, karena menyalahi aturan," kata Rohman saat menegur sub agen elpiji di Rangkasbitung.

Menurutnya, pangkalan atau sub agen epiji dalam proses penjualannya selain tidak boleh melebihi HET, juga tidak boleh mengirim warung atau pengecer. Artinya, pedagang tingkat warung atau pengecer yang nantinya mengambil ke pangkalan.

"Pangkalan tak boleh ngampaskan (menyuplai) ke warung. Pengecer yang ngambil, cuma harganya tidak boleh Rp 18 ribu, tapi sesuaikan dengan peraturan bupati. Saat ini saya hanya mengingatkan karena mendapatkan keluhan dari masyarakat, nanti dalam waktu dekat akan ngecek lagi," katanya.

Ep, pemilik pangkalan gas elpiji mengaku dirinya mendapatkan pasokan gas elpiji subsidi setiap dua hari sebanyak 100 tabung. Ep mengaku menjual seharga Rp 18.000 baru dua hari terakhir saja. "Sebelumnya jual Rp 16 ribu per tabung," kilahnya.

Anggota DPRD Lebak dari Fraksi Perindo Aad Firdaus menegaskan, menjual barang bersubsidi yang jelas jalur distribusi, peruntukan, dan quotanya di atas kewajaran dan HET adalah bentuk melawan hukum. Menurutnya, persoalan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) Pemkab Lebak yang belum ditangani serius sejak tahun 2007.

"Dengan masih adanya oknum yang menguntungkan diri sendiri, dengan melawan aturan hukum, maka saya segera mengajukan langkah-langkah lanjutan sesuai dengan tupoksi kelembagaan ke pimpinan," katanya. (purnama)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook