Sepuluh Rumah Makan Bandel

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Minggu, 10 Mei 2020 - 20:52:27 WIB   |  dibaca: 66 kali
Sepuluh Rumah Makan Bandel

TANJUNG/BANTEN RAYA - MEMBANDEL: Petugas Satpol PP Kabupaten Serang memberi peringatan kepada pemilik rumah makan di Ciruas yang tetap beroperasi pada siang hari Ramadan.

SERANG, BANTEN RAYA- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang menemukan sepuluh rumah makan di Serang barat dan Serang timur yang tetap beroperasi pada siang hari, Mereka mengabaikan surat edaran (SE) Bupati Serang terkait imbauan agar rumah makan dan restoran tidak beroperasi pada siang hari saat bulan Ramadan.

Kepala Bidang Ketentaraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Mujtahidi mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring terhadap keberadaan rumah makan selama dua hari untuk memastikan rumah makan yang ada tidak beroperasi pada siang hari.

"Kita sudah monitoring hari Senin dan Selasa (4-5/5) dan kita menemukan sekitar sepuluh rumah makan tetap buka sebelum pukul 16.00. Kebanyakan yang buka warteg (warung Tegal)," kata Mujtahidi, Jumat (8/5).

Mujtahidi menjelaskan, bagi rumah makan yang tetap beroperasi pada siang hari tersebut, peugas Satpol PP memberikan peringatan kepada para pemiliknya agar tidak beroperasi lagi pada siang hari. "Alasan pemilik rumah makan sih katanya tidak tahu kalau ada surat edaran bupati, padahal sebelumnya petugas kita sudah menyampaikan kepada mereka agar dipasang," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kebanyakan rumah makan yang memaksa beroperasi tersebut merupakan rumah makan yang pada tahun-tahun sebelumnya juga buka pada siang hari. "Kita monitoring ke Kecamatan Ciruas, Kragilan, Kibin, Kramatwatu, dan di Kecamatan Bojonegara. Memang sih yang makan kebanyakan karyawan perusahaan dan sopir truk yang melintasi Jalan Raya Serang-Jakarta," tuturnya.

Ia memastika, akan memantau kembali rumah makan yang telah diberi peringatan tersebut untuk memastikan mereka mentaati edaran bupati. "Pertama kita beri teguran, tapi kalau masih tetap membandel bisa saja sesuai aturan ada peralatan yang kita sita, tapi itu tindakan terakhir. Saya berharap pelaku usaha rumah makan bisa melaksanakan edaran bupati dan menghormati mereka yang sedang berpuasa," imbaunya. (tanjung)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook