Hendak Tawuran, 9 Pelajar Diamankan Polisi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Minggu, 10 Mei 2020 - 21:00:17 WIB   |  dibaca: 174 kali
Hendak Tawuran, 9 Pelajar Diamankan Polisi

DARJAT NURYADIN / BANTEN RAYA - PEMBINAAN - Polisi melakukan pembinaan terhadap pelajar yang diduga hendak melakukan tawuran di wilayah Kecamatan Kramatwatu.

SERANG, BANTEN RAYA - Sembilan pelajar SMA dan SLTP di wilayah Kramatwatu, Kabupaten Serang, diamankan petugas Polsek Kramatwatu, lantaran kepergok hendak melakukan tawuran di Kampung Tunggul Jaya, Desa Lebakwana Kecamatan Kramatwatu, Jumat (8/5) dini hari.

Kapolsek Kramatwatu AKP Raden Mochammad Sofyan membenarkan jika pihaknya telah mengamankan enam pelajar SLTP dan tiga pelajar SMA yang diduga akan melakukan tawuran di wilayah hukumnya. Penindakan itu atas informasi warga yang resah akan kegiatan remaja tersebut.

"Saat itu warga setempat menemukan ada sekelompok remaja berkumpul, kemudian melapor kepada kami, karena dikhawatirkan akan melakukan tawuran," katanya kepada Banten Raya.

Menurut Sofyan, saat dilakukan pengamanan, kepolisian tidak menemukan alat-alat yang biasa digunakan untuk tawuran. Namun dalam percakapan media sosial WhatsApp, kesembilan pelajar itu diduga kuat hendak tawuran.

"Dari tangan mereka memang tidak memegang senjata berbahaya, namun dari dari percakapan di selular melalui pesan singkat ditemukan percakapan ajakan indikasi untuk tawuran," ujarnya.

Lebih lanjut, Sofyan mengungkapkan setelah diamankan di mapolsek, pelajar diberikan pembinaan. Termasuk diminta membuat surat pernyataan bermateri agar tak lagi mengulangi perbuatannya disaksikan pihak sekolah dan wali murid.

"Mereka akan didata kemudian membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama. Kita kumpulkan orangtuanya dan pihak sekolah biar dijemput, kita data, bikin pernyataan, biar diberi pembinaan sama orangtuanya," ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan guru SMP 3 Kramatwatu yang enggan disebutkan namanya mengatakan ada ketiga muridnya yang diamankan polisi. Meski waktu kejadian bukan di jam belajar, dirinya selaku guru ikut bertanggung jawab atas perkembangan muridnya di luar sekolah.

"Kami sebagai guru hanya mampu mengontrol para siswa dari teknik pembelajaran yang saat ini diterapkan pemerintah atau belajar online," katanya.

Menurutnya, orangtua anak harus ikut berperan aktif dalam mengawasi pergaulan anaknya. Sebab, guru maupun aparat kepolisian tidak bisa menangani kasus yang berkaitan dengan para remaja tersebut, jika orangtua tidak ikut berperan. "Waktu di rumah sudah jadi tanggung jawab orangtua," tegasnya. (darjat)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook