Pasar Tumpah Royal Ditiadakan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Minggu, 10 Mei 2020 - 21:36:02 WIB   |  dibaca: 132 kali
Pasar Tumpah Royal Ditiadakan

Harir/Banten Raya - TAK BOLEH ADA PASAR TUMPAH: Suasana pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tirtayasa kawasan Pasar Royal, Kota Serang.

SERANG, BANTEN RAYA- Biasanya menjelang Lebaran Idul Fitri, Jalan Tirtayasa dan Jalan Juhdi Kawasan Pasar Royal, Kota Serang, diadakan pasar tumpah. Namun untuk Hari Raya Idul Fitri tahun ini, aktivitas pasar tumpah ditiadakan. Hal ini diketahui setelah dilakukan rapat koordinasi antar OPD terkait, di ruang kerja Walikota Serang, di Puspemkot Serang, Jumat (8/5).

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, berdasarkan rapat koordinasi tersebut, aktivitas pasar tumpah di kawasan Royal sepakat ditiadakan. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran virus korona atau Covid-19 di Kota Serang.

"Pasar tumpah yang dibiasanya diadakan di Jalan Tirtayasa dan Jalan Juhdi tahun ini tidak diperbolehkan untuk berdagang, yang seperti biasanya tahun tahun yang lalu. Selain itu, tidak ada pedagang baru sekarang di situ," kata Syafrudin, setelah rapat.

Kemudian, lanjut dia, pertimbangan meniadakan pasar tumpah agar arus lalu lintas di dua jalan tersebut tetap lancar. Oleh karena itu, pihaknya pun telah menginstruksikan kepada OPD terkait untuk mengatur arus lalu lintas di sana.

"Tahun lalu kan ada penutupan jalan di Jalan Tirtayasa dan Juhdi, sehingga macet. Tahun ini jalan itu normal. Termasuk juga kelancaran lalu lintas Pasar Rau, dan Jalan Yumaga, supaya arus lalu lintas lancar," ucap dia.

Karena itu, Syafrudin mengimbau kepada masyarakat yang akan belanja untuk kebutuhan lebaran Idul Fitri untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. "Kami atas nama Pemkot Serang mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memakai masker, rajin cuci tangan, dan selalu jaga jarak," pesannya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh mal yang ada di Kota Serang untuk menerapkan protokol kesehatan. Mengingat mal salah satu tempat yang ramai diserbu oleh masyarakat pembeli menjelang lebaran tahun ini.

"Kami memang tidak menutup ya karena memang tidak memberlakukan PSBB. Cuma mal atau swalayan harus menyediakan tempat cuci tangan, jaga jarak, mewajibkan pengunjungnya pakai masker," terangnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Serang Kusna Ramdani mengatakan, untuk pemantauan dan patroli di Jalan Tirtayasa, Jalan Juhdi dan titik kemacetan di Kota Serang, pihaknya telah melakukan sejak awal Ramadan. "Namun untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemantauan dan patroli akan lebih diintensifkan," ujar Kusna.

Ia mengaku akan menerjunkan dua personel dengan mobil patroli untuk menyisir titik-titik kemacetan itu. "Dua mobil ini menyebar, patroli ke Pasar Royal, Pasar Lama, Jalan Yumaga dan Jalan Patroli. Mulai pukul 4 sore sampai menjelang berbuka puasa," tutur dia.

Kusna menyebutkan, di Jalan Tirtayasa terdapat 90 pedagang kaki lima (PKL) dan 80 PKL di Jalan Juhdi. Bila ternyata ditemukan ada pedagang yang nekad di Jalan Tirtayasa dan Juhdi, pihaknya akan memberikan peringatan terlebih dulu. "Untuk pedagang yang baru kita tegur dulu, benar tidak. Kan kita sudah kirim surat ke para pengelolanya," katanya.

Salah seorang pedagang celana di Jalan Tirtayasa Riki membenarkan bahwa lebaran tahun ini tidak ada kegiatan pasar tumpah. "Iya gak ada katanya. Karena gara-gara ada korona," ujar Riki.

Ia mengakui sejak adanya virus korona pendapatannya pun berkurang cukup dratis. "Omset turun sekitar 50 persen. Udah mau 15 hari biasanya ramai ini sepi," katanya.

Meski tahun ini tidak ada pasar tumpah, pihaknya berharap dapat mengeruk keuntungan jelang lebaran nanti. "Kalau saya pedagang lama jadi masih boleh jualan. Yah mudah-mudahan aja gak ada pasar tumpah momennya tepat buat pedagang lama kayak saya," katanya. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook