Pengangguran Bakal Bertambah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Minggu, 10 Mei 2020 - 21:40:31 WIB   |  dibaca: 124 kali
Pengangguran Bakal Bertambah

Dok Banten Raya - Wakil ketua DPRD Banten M Nawa Said Dimyati

SERANG, BANTEN RAYA- DPRD Provinsi Banten pesimistis angka pengangguran di Banten akan turun untuk beberapa waktu ke depan. Sebab kondisi pandemi virus korona (covid-19) ini diyakini bakal memberikan dampak berupa timbulnya pengangguran baru. Apalagi saat ini seluruh anggaran negara dan daerah juga lebih difokuskan untuk penanganan covid-19.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten M Nawa Said Dimyati mengatakan, sebenarnya secara statistik angka pengangguran di Banten telah menunjukkan tren positif sejak 2017. Pun demikian dengan rilis terakhir dari BPS yang menunjukkan adanya penurunan meski secara peringkat Banten masih yang tertinggi se-Indonesia.

"Februari 2020 angka pengangguran di Banten masih tertinggi di Indonesia yaitu 8,01 persen. Meskipun sebenarnya ada penurunan dibanding dengan survei BPS periode Agustus 2019 yaitu 8,11 persen. Ada penurunan 10 poin," ujar pria yang akrab disapa Cak Nawa ini, Jumat (8/5).

Politikus Demokrat itu menuturkan, meski ada kabar yang menggembirakan akan tetapi dia pesimitis angka pengangguran akan mengalami penurunan untuk beberapa waktu ke depan. Sebab saat ini prioritas anggaran negara dan daerah difokuskan untuk penanganan Covid-19.

"Kalau lihat diagram, sebenarnya ada sesuatu yang menggembirakan terkait dengan penurunan angka pengangguran di Banten. Di situasi seperti ini seluruh anggaran diorientasi kan untuk covid. Saya pesimis pengangguran di Indonesia akan menurun, termasuk di Banten," katanya.

Selain dari faktor anggaran, kata dia, pandemi Covid-19 juga telah memberi dampak besar pada perekonomian yang membuat banyak industri kelabakan. Akibatnya, sebagian perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang secara otomatis menambah angka pengangguran.

Disinggung apakah kondisi terkini akan membuat target TPT pengangguran Pemprov Banten akan tidak tercapai, Cak Nawa masih enggan berkomentar. "Betul (ada potensi pengangguran baru). Saya belum cek, berapa target Pemprov dalam menurunkan angka angka pengangguran  untuk 2020 ini," ungkapnya.

Senada diungkapkan Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten M Nizar. Menurutnya, tingginya angka pengangguran merupakan kegagalan Pemprov Banten, karena dalam kondisi tanpa pandemi pun TPT Banten masih yang tertinggi.

"Sekarang kondisi normal saja Provinsi Banten penganggurannya tertinggi 8,11 persen kemarin. Kalau ini 8,01 persen dalam kondisi covid mau bagaimana lagi, normal saja nomor satu pengangguran, apalagi kondisi (sedang) covid-19," tututrnya.

Dia juga menilai kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten Al Hamidi tak memiliki terobosan untuk mengantisipasi hal tersebut. "Artinya kepala disnakertrans dalam kondisi normal tidak mampu. Apalagi dalam kondisi covid, kadis (kepala dinas) lebih tidak mampu lagi, enggak punya inovasi," ujarnya.

Seperti diketahui, Banten kembali menempati urutan teratas tingkat terbuka (TPT) se-Indonesia. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, pengangguran periode Februari 2020 di tanah jawara berada di persentase 8,01 persen. Angka itu berada di atas rata-rata nasional yaitu 4,99 persen.

Berdasarkan data yang dirilis BPS Banten, TPT Banten berada di atas Provinsi Jawa Barat dengan 7,69 persen, Provinsi Maluku 7,02 persen, Provinsi Kalimantan Utara 6,88 persen. Kemudian diperingkat selanjutnya ada Provinsi Papua Barat 6,20 persen dan Provinsi Sulawesi Selatan dengan 6.07 persen. TPT terendah berada di Provinsi Bali dengan prosentase 1,21 persen.

Sebelumnya, Kepala Disnakertrans Banten Al Hamidi mengatakan, TPT yang dirilis BPS saat ini adalah di periode Februari atau sebelum covid-19 masuk ke Indonesia, khususnya Banten. Jika melihat kondisi saat ini maka kemungkinan besar angka pengangguran akan kembali naik.

"Itu rilisnya sebelum pandemi, mungkin kalau pandemi lebih parah lagi, itu sebelum (diberlakukan) KLB (kejadian luar biasa). Kalau sekarang hitungnya sudah lebih banyak yang di-PHK dan dirumahkan. Mungkin (TPT) di atas 10 persen di Agustus nanti keluar (rilis BPS)," tuturnya. (dewa)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook