Throfeo Ngabuburit Ditiadakan Karena Korona

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Rabu, 13 Mei 2020 - 20:12:40 WIB   |  dibaca: 136 kali
Throfeo Ngabuburit Ditiadakan Karena Korona

KMJR untuk Banten Raya - GIRING BOLA : Atlet sepakbola junior mengiring bola saat berkompetisi beberapa waktu lalu.

CILEGON, BANTEN RAYA - Ajang pembinaan usia dini yang bertajuk ‘Throfeo Ngabuburit Ramadan’ terpaksa harus ditiadakan pada Ramadan tahun ini. SSB Ksatria Merak Junior (KMJR) Cilegon sebagai pihak penyelenggara menyebut, hal itu terjadi disebabkan pandemi virus korona atau Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Manajer SSB KMJR Cilegon Harmawan Hidayat atau yang akrab disapa Awang kepada Banten Raya, Selasa (12/5).

Ia mengatakan, kejuaraan Throfeo Ngabuburit Ramadan pada tahun ini, dengan berat hati tidak diselenggarakan. “Ya kita kan sudah mengetahui kondisinya sedang pandemi Covid-19. Di tambah di Kota Cilegon ini sedang meningkat kasus tersebut. Juga sebelumnya, Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Cilegon sudah memberikan imbauan untuk tidak membuat ajang yang menimbulkan keramaian,” bebernya.

Padahal, dikatakan Awang, mestinya ajang Throfeo Ngabuburit Ramadan pada tahun ini sudah menginjak usia yang keempat. “Throfeo Ngabuburit Ramadan sudah digelar selama tiga tahun berturut-turut, dan tahun ini mestinya sudah yang keempat kalinya,” ujar Awang.

Dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, pihaknya mengaku hanya bisa berharap, virus asal China tersebut bisa segera hilang, dan kondisi kembali normal seperti sediakala. “Ya tentu kami hanya bisa berharap virus korona ini segera hilang. Sehingga, kami bisa kembali merasakan hangatnya kompetisi sepakbola, yang sudah bisa dipastikan semua SSB pun juga merindukan hal yang sama,” tutur dia.

Dilain sisi, para siswa SSB KMJR tetap melakukan latihan, hanya saja dilakukan secara mandiri di rumahnya masing-masing. “Untuk saat ini, para pemain tetap melakukan latihan mandiri. Dengan jadwal latihan dua kali dalam sepekan, dan sekali dalam sepekannya pemain wajib mengirimkan video latihannya,” kata Awang.

Lanjut dia, meski yang disarankannya dua kali sesi latihan dalam satu pekan, para pemain juga berhak untuk menambah porsi latihannya. “Ada pun menu latihannya beragam, dari mulai berlatih fisik, passing hingga teknik yang lainnya,” tutupnya. (basyar)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook