42 Ribu Peserta BPJS Kesehatan Nunggak Iuran

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 14 Mei 2020 - 12:10:14 WIB   |  dibaca: 82 kali
42 Ribu Peserta BPJS Kesehatan Nunggak Iuran

PELAYANAN : Suasana pelayanan BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Kota Cilegon, Rabu (13/5).

CILEGON, BANTEN RAYA - Kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan di Kota Cilegon dinilai masih rendah. Saat ini, tunggakan iuran sekitar Rp 29,6 miliar.Kepala BPJS Kesehatan Cilegon Aang Muhammad Muchyi mengatakan, saat ini tingkat kepatuhan hanya sekitar 50 persen untuk semua kelas. "Dari 78.000 peserta BPJS Kesehatan mandiri di Kota Cilegon, 42.000 menunggak membayar iuran," kata Aang ditemui Banten Raya di Kantor BPJS Kesehatan Kota Cilegon, Rabu (13/5).

Dikatakan Aang, tingkat kesadaran membayar iuran BPJS Kesehatan secara mandiri masih tetap rendah meskipun pembayaran iuran batal naik untuk April dan Mei 2020. Awalnya pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas I Rp 160 ribu, kelas II Rp 110 ribu, dan kelas III Rp 42 ribu. "Saat ini kan iurannya kembali turun sejak April lalu, kelas I Rp 80 ribu, kelas II Rp 51 ribu, dan kelas III Rp 25,5 ribu. Kami harap warga patuh untuk membayar iuran BPJS Kesehatan," pintanya.

Menurut Aang, untuk peserta BPJS Kesehatan bukan mandiri seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai swasta, maupun peserta BPJS Kesehatan yang dibiyai pemerintah daerah tidak ada masalah. Presentase warga Kota Cilegon yang menjadi peserta BPJS Kesehatan sekitar 90 persen, yaitu sekitar 379.000 orang. "Saat ini di Cilegon yang dibiayai Pemkot Cilegon ada sekitar 27.000 peserta," jelasnya.

Dengan keterlambatan atau tunggakan iuran dari peserta BPJS Kesehatan, kata Aang, menyebabkan pembayaran klaim ke rumah sakit mengalami keterlambatan. Saat ini tunggakan dari peserta BPJS Kesehatan Mandiri di Kota Cilegon sekitar Rp 29,6 miliar. Sementara untuk pembayaran klaim ke tiga rumah sakit di Kota Cilegon yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon, Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon, dan Rumah Sakit Kurnia Cilegon per bulan sekitar Rp 15 miliar.

"Tunggakan kita saat ini hanya dua bulan. Januari sudah dibayarkan, Februari dan Maret belum dibayarkan. Kalau April sendiri klaim daru rumah sakit juga belum masuk ke kita, kemungkinan di rumah sakit juga masih dalam proses untuk pengajuan klaim. Jadi keterlmabatan hanya dua bulan," ungkapnya.

Bagian Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cilegon, Tana Nurhasanah mengatakan, dengan menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA) NOMOR 7P/HUM/2020 yakni iuran program JKN- KIS telah disesuaikan, diharapkan agar masyarakat bisa tertib menunaikan kewajibannya untuk membayar iuran tersebut tepat waktu sebelum tanggal 10 setiap bulannya."Mengingat pentingnya jaminan kesehatan ini, masyarakat seharusnya tidak ada lagi yang membayar iuran BPJS Kesehatan ketika sakit saja," harapnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook