Upal Pecahan Rp 20 Ribu Beredar di Masyarakat

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 20 Mei 2020 - 15:22:42 WIB   |  dibaca: 152 kali
Upal Pecahan Rp 20 Ribu Beredar di Masyarakat

HAT I-HAT I: Pengedar upal berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Petir dan langsung menjalani pemeriksaan di Mapolsek, Selasa (19/5).

SERANG, BANTEN RAYA- Peredaran uang palsu (upal) kian marak di wilayah Kabupaten Serang. Kali ini Polsek Petir berhasil mengungkap peredaran upal pecahan Rp 20 ribu, Selasa (19/5). Dalam pengungkapan itu, polisi mengamankan MD alias Sap (28), warga Pandeglang saat mengedarkan uang tersebut di Kampung Baru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.

Kapolsek Petir AKP Ramses Panjaitan membenarkan jika pihaknya telah berhasil menangkap pelaku peredara upal. Warga Desa Pakuluran, Kecamatan Keroncong, Kabupaten Pandeglang itu ditangkap saat menunggu pembeli upal. "Dari tersangka kita amankan ratusan lembar pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu. Kita tangkap saat hendak bertransaksi dengan pemesannya," katanya kepada Banten Raya.

Menurut Ramses, dari tangan pelaku kepolisian menyita upal sebanyak Rp 4 juta, dengan rincian 60 lembar pecahan Rp 50 ribu, serta 70 lembar pecahan Rp 20 ribu. Selain barang bukti uang upal, turut disita seperangkat komputer berikut printer dan kertas HVS untuk mencetak upal."Dengan ditemukan seperangkat komputer, diduga tersangka juga mencetak upal. Sebab, dalam komputer ditemukan dokumen berbagai gambar pecahan uang kertas," ujarnya.

Kapolres Serang AKBP Mariyono mengatakan, pengungkapan kasus peredaran uang palsu itu bermula dari laporan masyarakat. Laporannya akan ada transaksi uang palsu di Kampung Baru, Kecamatan Petir. Berbekal dua laporan itu, Tim Unit Reskrim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. "Saat ditangkap, tersangka membantah mencetak uang. Dia mengaku mendapatkan uang palsu dari seorang warga Kragilan yang identitas sudah diketahui dan masih dalam pencarian," katanya.

Menurut Mariyono, dari pemeriksaan penyidik tersangka mengaku uang upal sebanyak Rp 4,4 juta akan dijual kepada seseorang yang mengaku warga Cadasari, Kabupaten Pandeglang seharga Rp 1 juta. "Dia mengaku baru sekali menjual upal," ujarnya.

Adanya peredaran upal tersebut, Mariyono meminta masyarakat waspada saat bertransaksi dengan menggunakan uang tunai. Karena saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri, sering menjadi celah para pelaku kejahatan. Apabila mendapatkan upal, masyarakat sebaiknya segera melapor ke polisi. "Masyarakat kalau memang menemukan ada uang palsu, silahkan laporkan ke polsek. Jadi kami pun bisa melakukan penyelidikan, biar dapat diungkap," jelasnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook