Anak Gorok Ayah Kandung hingga Tewas

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 20 Mei 2020 - 15:28:05 WIB   |  dibaca: 207 kali
Anak Gorok Ayah Kandung hingga Tewas

SADIS : Anggota Satreskrim Polres Cilegon saat melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban pembunuhan di Lingkungan Cikerut, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Selasa (19/5).

CILEGON, BANTEN RAYA - Seorang pria paruh baya bernama Budi (56) ditemukan tewas di kamar rumahnya yang berada di Lingkungan Cikerut, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon dengan leher bersimbah darah, Selasa (19/5) pagi.

Budi diduga digorok oleh anaknya, David (28), yang baru datang dari kampung halamannya di Jombang, Jawa Timur (Jatim). David diduga depresi setelah bercerai dengan istrinya di Jatim.
Informasi yang dihimpun Banten Raya, pada Selasa (19/5) dini hari, warga mendengar suara cekcok antara Budi dengan David dari dalam rumah. Saat itu, warga tidak berani untuk ikut campur urusan keduanya.

Setelah pagi pukul 07.00 WIB, sejumlah warga meminta Dery Muhlisin, warga setempat untuk mengecek kondisi Budi. Warga khawatir karena tak terlihat ada aktivitas dari pemilik rumah. Dery kemudian mencoba masuk. Begitu masuk, ia kaget mendapati Budi yang sudah berlumuran darah. "Warga langsung lapor polisi,” kata Dery kepada awak media.

Dery menuturkan, warga sebelumnya tidak sampai berpikir akan terjadi pembunuhan. Dikatakanbta, Budi merupakan perantau asal Jombang, Jawa Timur, yang telah lama tinggal di Cikerut. Sedangkan David baru sekitar 1,5 bulan tinggal di Cilegon, setelah dijemput dari Jombang, Jawa Timur. “Baru 1,5 bulan itu anaknya datang ke sini dijemput bapaknya, karena katanya sakit depresi mau diobati di sini,” katanya.

Kepala Satreskrim Polres Cilegon AKP Maryadi mengatakan, pelaku yang diduga anaknya mengalami depresi. Anak tersebut disebut dilarang ayahnya untuk keluar malam. “Pelaku diancam pidana pasal 338 KUHP, hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku dan masih melakukan pemeriksaan. “Kita butuh alat bukti lagi untuk menetapkan calon tersangka menjadi tersangka,” ujarnya.Yudhis menambahkan, korban diduga digorok, karena batang lehernya putus. “Motifnya apa belum diketahui, masih ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya.

Pihaknya mengamankan alat bukti berupa gergaji, palu, dan peralatan lain di rumah korban. Alat-alat tersebut ada di rumah korban lantaran korban berprofesi sebagai tukang las. “Alat bukti perkakas yang buat membunuh ada di rumah korban,” terangnya. (gillang) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook