Banjir Kota Serang Makan Korban

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 20 Mei 2020 - 15:29:17 WIB   |  dibaca: 224 kali
Banjir Kota Serang Makan Korban

EVAKUASI : Polisi dibantu warga mengevakuasi jenazah Wakwaw yang ditemukan di sungai yang berlokasi di Kampung Cipecung, Kelurahan Curug, Selasa (19/5).

SERANG, BANTEN RAYA - Banjir di wilayah Kota Serang pada Senin (18/5) malam ternyata memakan korban jiwa. Korban Fian (20) alias Wakwaw ditemukan tewas mengambang di Sungai Kampung Cipecung, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa, (19/5) siang.

Kapolsek Curug Iptu Shilton membenarkan adanya penemuan mayat di sungai yang terletak di Kampung Cipecung sekitar pukul 13.30 WIB. Korban merupakan warga Kampung Bojong Salam, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug. "Betul, awalnya kita mendapatkan informasi dari warga Kampung Cipecung yang melihat mayat di Sungai," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Shilton, berdasarkan keterangan yang diperoleh, korban yang memiliki cacat pisik dan keterbelakangan mental tersebut, terbawa arus banjir saat hendak pulang ke rumahnya. "Dari keterangan keluarga, mayat tersebut sudah dipastikan saudara Wakwaw. Infonya dia terseret banjir saat nyeberang jembatan ketika dia mau pulang ke rumah," ujarnya.

Lebih lanjut, Shilton menambahkan setiap harinya korban biasa terlihat di sekitar puskesmas Curug. Namun saat terjadi banjir pada Senin (18/5) kemarin, warga tidak melihat korban di sana. "Korban ditemukan sekitar 1 kilo dari lokasi dia terseret banjir," tambahnya.

Shilton menegaskan pihak keluarga tidak memproses secara hukum, karena menganggap kematian Wakwaw merupakan musibah. Sehingga pihaknya menyerahkan jenazah korban pihak keluarga untuk disemayamkan. "Kita tidak memprosesnya, karena perwakilan keluarga telah mengiklaskan, dan menganggap kejadian itu musibah," tegasnya.

Untuk diketahui, sejumlah permukiman di Kota Serang tergenang banjir, menyusul intensitas hujan cukup tinggi sejak Senin (18/5) sore. Berdasarkan informasi yang diperoleh Banten Raya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, ada 10 lingkungan yang terendam banjir. Sepuluh titik itu di antaranya Kelurahan Magarsari, Perumahan Bukit Permai, Pemda Raya Kaujon, Kecamatan Serang dan Taman Angsoka, Bumi Kasemen Lestari, Kecamatan Kasemen, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, dan terparah di Komplek Citra Gading, Kecamatan Cipocok Jaya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, hujan lebat yang mengguyur Ibukota Provinsi Banten dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Akibatnya beberapa sungai meluap hingga mengakibatkan banjir."Berdasarkan monitoring tim di lapangan air meluap dan menyebabkan banjir, paling parah itu di Komplek Citra Gading, " ujar Diat, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan, banjir yang terjadi di Kota Serang mencapai dengan ketinggian hingga satu meter.  Sementara warga mengalami kerugian yang berbeda-beda."Iya ketinggian bisa mencapai satu meter, dan warga cukup kerepotan," ucap dia.

Ia juga menuturkan, hujan lebat juga menyebabkan satu rumah mengalami rusak berat milik Sukmanah di Lingkungan Jelalang, RT/RW 011/04, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka."Kerugiannya sampai dengan 90 persen, yang rusak itu bagian depan dan belakang. Kami menerima laporan pagi pukul 10.00 WIB, " jelasnya.

Sekretaris RT/RW 12/11, Blok J, Citra Gading, Haris Kurniawan mengatakan, air memasuki pemukiman warga mulai dari jalan lewat saluran air warga yang tembus ke sungai, dengan ketinggian sampai dada orang dewasa."Itu ketinggian di luar, dan masuk ke perumahan warga melebihi paha orang dewasa. Belum lagi dengan kerusakan harta benda milik warga, " ungkap Haris, kepada wartawan.

Ia mengaku perhatian dari Pemkot Serang sangat minim, selain hanya memasang tenda tanpa alas dan evakuasi saat warga sudah evakuasi semua, selebihnya tidak ada perhatian lainnya."Sekitar 110 KK yang jadi korban banjir di Blok J dan I Citra Gading, dan tidak ada perhatian lainnya yang di maksud seperti makanan, air bersih dan logistik lainnya, " akunya.

Hampir serupa dikatakan Halili, warga Kasemen. Menurutnya di wilayahnya terdapat beberapa lingkungan seperti Taman Angsoka dan Bumi Kasemen Lestari yang dilanda banjir.
"Ketinggiannya sekitar 30 centimeter. Tapi untungnya tidak ada warga yang ngungsi," kata. (darjat/harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook