Nekat Mudik, Puluhan Kendaraan Dipaksa Putar Balik

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 23 Mei 2020 - 04:27:24 WIB   |  dibaca: 331 kali
Nekat Mudik, Puluhan Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Ainul Gillang / Banten Raya- Pengecekan kendaraan yang hendak menyeberang ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak di Pinto Tol Merak, Jumat (22/5) malam.

CILEGON, BANTEN RAYA- Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat dipaksa putar balik oleh petugas kepolisian. Puluhan kendaraan tersebut, hendak mudik ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak. 

Data yang dihimpun Banten Raya, Kamis (21/5) sebanyak 17 kendaraan mobil pribadi, 21 sepeda motor, dan tiga bus dipaksa putar balik ke arah Jabodetabek. Pada Jumat (22/5), sebanyak 15 sepeda motor dan 45 mobil pribadi dipaksa putar balik oleh petugas yang berjaga di empat titik cek poin yaitu Simpang Pondok Cilegon Indah (PCI), Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ), Simpang Gerem, dan Pintu Pelabuhan Merak. 

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cilegon AKP Ali Rahman mengatakan, pada dua hari terakhir arus kendaraab menuju Pelabuhan Merak terlihat ada peningkatan. Akan tetapi, kendaraan yang diperbolehkan menyeberang hanya kendaraan barang dan kendaraan pribadi yang dikecualikan karenaadanya tugas. "Penyekatan di cek poin kami perketat hingga malam Lebaran," kata Ali kepada Banten Raya. 

Ali menjelaskan, pada Jumat (22/5) sore sekitar pukul 16.00 WIB masih ditemukan adanya kendaraan yang membandel berupa kendaraan barang yang mengangkut pemudik. "Di Pos Check Point Pintu Masuk Pelabuhan Merak telah diamankan satu buah kendaraan jenis Colt Diesel dengan nopol AG 8205 UT,  pengemudi atas nama SUWI PRABOWO karena mobil tersebut kedapatan  mengangkut orang berjumlah lima orang dengan tujuan palembang," kata Ali kepada Banten Raya.

Ditambahkan Ali, pihaknya melakukan penindakan kendraan tersebut dan mengamankan kendaraannya di Satlantas Polres Cilegon. "Kami juga mengembalikan pemudik ke wilayah asal dengan menaikkan angkot ke arah Cilegon kota," tuturnya. 

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten Nurhadi Unggul Wibowo mengatakan, saat ini larangan mudik masih diberlakukan termasuk di Pelabuhan Merak. “Yang boleh menyeberang yang masuk dalam pengecualian seperti pekerja yang bertugas, tenaga medis, atau anggota keluarga ada yang sakit dan disertai surat tugas dari instansi atau lembaga, serta disertai surat keterangan sehat,” kata Nurhadi kepada Banten Raya.

Nurhadi menjelaskan, selama ini yang telah diseberangkan adalah orang-orang yang dikecualikan. Pengecekan persyaratan untuk menyeberang juga dilakukan berlapis. “Di cek di Pintu Tol MErak sampai ke Gate Pelabuhan Merak. Intinya kalau mudik tetap tidak boleh. Mereka yang menyeberang adalah yang dikecualikan sesuai GUgus Tugas Percepatan Penanganan COVI-19. Bus yang beroperasi juga yang berstiker khusus dari Kemenhub,” ujarnya. (gillang

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook