Gudang 821 Kg Sabu di Taktakan Digerebek Polisi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 23 Mei 2020 - 17:03:53 WIB   |  dibaca: 300 kali
Gudang 821 Kg Sabu di Taktakan Digerebek Polisi

DARJAT NURYADIN / BANTEN RAYA, NARKOBA - Kabaraeskrim bersama jajaran menunjukan barang bukti ratusan boks dan kemasan narkoba jenis sabu saat ekpose di lokasi penggerebekan.

SERANG, BANTEN RAYA - Satuan Tugas Khusus (Satgasus ) Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang penyimpanan narkoba jenis sabu di salah satu ruko di Jalan Raya Takari, Lingkungan Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Jumat (22/5) malam. Dari hasil operasi itu, polisi mengamankan 821 kilogram narkoba jenis sabu. 

Berdasarkan pantauan di lokasi saat ekspos di tempat kejadian perkara (TKP) ratusan paket sabu tersebut dibungkus plastik, lakban, dan menggunakan kemasan tempat makanan. Narkoba yang dikirim melalui perairan Banten itu disimpan dalam ruko yang berada di pinggir jalan, di tengah-tengah permukiman warga. 

Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pengungkapan jaringan narkotika internasional dari Timur Tengah tersebut merupakan hasil dari penyelidikan yang cukup panjang kurang, yakni lebih hampir 4 bulan, sejak awal Desember 2019.

"Hari ini kita rilis terkait dengan pengungkapan jaringan narkotika internasional dari Timur Tengah yang tadi malam bisa kita tangkap kurang lebih jam 6.30 WIB," katanya saat ekspos di lokasi, Sabtu (23/5).

Sigit menjelaskan, pengungkapan itu merupakan bagian dari rentetan ungkapan pada bulan Januari. Dimana pihaknya berhasil mengungkap 288 kilogram sabu dan mengamankan 3 orang tersangka. Dari situ pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil mendapatkan informasi terkait jaringan Timur Tengah akan melakukan transaksi kembali.

"Anggota berhasil menyergap dan mengamankan dua tersangka inisial BA warga negara Pakistan, AS warga negara Yaman, saat itu mereka sedang memindahkan sabu ke dalam boks," jelasnya.

Untuk mengelabui petugas, Sigit menambahkan, para tersangka mencoba mencampur sabu tersebut dengan asam ranji. Caranya, sabu yang sudah dikemas dengan berbagai macam kemasan seperti dibungkus plastik, lakban, dan menggunakan kemasan tempat makanan lalu ditimbun dengan asam Jawa.

"Narkoba ini masuk ke Kota Serang, melalui jalur tikus di wilayah pantai Selatan Banten pada dua minggu yang lalu menggunakan kapal. Kedua tersangka telah menjalani bisnis gelap di Indonesia tersebut selama 2 tahun," tambahnya.

Sigit menjelaskan, tersangka BA dan AS masuk ke Jakarta dari tahun 2011 ini sudah sering masuk ke Indonesia dan pelaku menjual rempah-rempah dan selalu berpindah-pindah ke beberapa kota antara lain Surabaya-Jakarta dan pelaku biasanya tinggal di apartemen-apartemen sewa.

"Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Mereka diduga melanggar Pasal 132 Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2009 tentang Narkotika, subsider Pasal 114 UU Narkotika," jelasnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook