Korban Tsunami Lebaran di Huntara

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 27 Mei 2020 - 15:56:50 WIB   |  dibaca: 64 kali
Korban Tsunami Lebaran di Huntara

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Kesedihan di tengah perayaan lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah tidak dapat disembunyikan korban tsunami Selat Sunda yang masih tinggal di hunian sementara (huntara). Kebanyakan dari mereka memang sudah kehilangan tempat tinggal, harta benda dan sanak saudara saat bencana tsunami melanda 22 Desember 2018 lalu.

"Pastinya sedih. Saya sudah dua tahun lebaran di sini (huntara-red). Biasanya kan lebaran di rumah di Kampung Lantera sama keluarga, tapi sekarang rumahnya rusak kena tsunami," kata Nurhayati (39) pengungsi huntara Kampung Citanggok, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Selasa (26/5).

Menurutnya, tidak ada yang istimewa saat merayakan lebaran. Namun mereka sangat senang bisa kumpul bersama keluarganya. "Alhamdulillah pas lebaran saudara pada main ke sini," ujarnya.Di tengah mewabahnya virus korona, pihaknya mengaku masih memiliki kebutuhan pokok, karena mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah. "Kebutuhan pokok masih ada. Alhamdulillah saya dapat BLT dari pemerintah," ujarnya.

Senada disampaikan Karimah (51). Kata dia, saat lebaran disambangi oleh anak-anaknya. Meski begitu, ia mengaku tetap tabah dan sabar menghadapi kenyataan yang juga dirasakan ratusan kepala keluarga (KK) yang tinggal di sana. Ia berharap, segera tinggal di hunian tetap (huntap). "Pas lebaran anak yang ke sini, karena kan anak saya tinggal di Carita. Harapannya ingin secepatnya tinggal di huntap," tuturnya.

Kepala Desa Teluk, Kecamatan Labuan Endin Fahrudin mengatakan, dari laporan yang pihaknya terima, ada beberapa korban tsunami yang merayakan lebaran Idul Fitri di huntara hingga ke rumah keluarganya. "Dari laporan ada yang lebaran di huntara dan ada juga yang pulang ke rumah orangtuanya, tapi kebanyakan lebaran di situ," katanya.

Diterangkannya, sebagian korban tsunami telah mendapatkan BLT dan bantuan sosial tunai dari pemerintah di tengah mewabahnya virus korona. "Total warga yang dapat BLT dan BST ada 1.700 kepala keluarga.

Untuk warga huntara memang ada yang dapat bantuan dan ada yang tidak, karena ada beberapa warga yang sudah masuk dalam data terpadu dinas sosial yang mendapatkan bantuan PKH maupun BPNT," terangnya.

Endin menjelaskan, untuk progres huntap saat ini tahap proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Pihaknya menargetkan, tahun ini huntap sudah dilaksanakan pembangunan. "Laporan yang saya terima sedang tahap lelang. Huntap habis lebaran informasi mau di garap. Mudah-mudahan tahun ini sudah dibangun," jelasnya.

Camat Labuan Ace Jarnuji memastikan, huntap akan dibangun tahun 2020. "Memang sekarang kan lagi ada Covid-19. Rencananya pada Desember tahun ini huntap sudah selesai dibangun. Mudah-mudahan saja selesai tahun ini," ucapnya. (yanadi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook