Dewan Banten Kembalikan Beras CSR

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 27 Mei 2020 - 16:02:31 WIB   |  dibaca: 251 kali
Dewan Banten Kembalikan Beras CSR

SHOWROOM JADI GUDANG BERAS : Beras CSR BJB yang dikembalikan anggota fraksi-fraksi DPRD Banten menggunakan mobil truk antre menunggu giliran bongkar muat di bangunan bekas showroom mobil Radit Motor, kawasan Kebon Jahe, Kota Serang, Kamis (21/5).

SERANG, BANTEN RAYA- Anggota fraksi di DPRD Provinsi Banten yang sempat mendistribusikan beras dari CSR (corporate social responsibility) Bank Jawa Barat Banten (BJB) kompak telah melakukan pengembalian ke Forum CSR. Pengembalian dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1441 hijriyah. Kini, pendistribusian beras dialihkan ke sejumlah lembaga hingga organisasi kemasyarakatan (ormas).

Berdasarkan penelusuran Banten Raya, diketahui bahwa gudang beras tersebut bersumber dari sebuah bangunan bekas showroom mobil, di dekat perempatan Kebon Jahe, Kota Serang. Pada Rabu (20/5) malam dan Kamis (21/5) pagi, Banten Raya melakukan pemantauan di lokasi.

Diketahui, sejumlah kendaraan truk pengangkut beras hilir mudik di bangunan bekas showroom Radit Motor yang kini disulap menjadi gudang beras tersebut. Beras yang dikembalikan oleh anggota fraksi-fraksi di DPRD Banten pun diketahui menuju ke bangunan tersebut.

Pelaksana Pendistribusian Beras CSR dari BJB Eli Mulyadi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa beras CSR yang sempat disalurkan kepada masyarakat melalui anggota DPRD kini sudah ditarik kembali. Hal itu dilakukan atas pertimbangan adanya potensi polemik yang timbul jika penyaluran dilakukan lewat mereka.

"Pertama ketidakpahaman kita terkait aturan anggota dewan boleh atau tidak boleh menerima CSR yang disalurkan lagi kepada masyarakat. Dari pada timbul polemik, akhirnya kemarin yang sempat terdistribusi ke beberapa anggota sudah kita tarik kembali. Sudah semua kita tarik," ujarnya saat dihubungi Banten Raya, Selasa (26/5).

Mantan anggota DPRD Provinsi Banten itu menuturkan, pengembalian beras CSR dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1441 hijriyah. Saat ini sudah tidak ada lagi anggota DPRD Banten yang menyalurkan beras CSR BJB yang dikelolanya. Eli pun tak membantah lokasi pengembalian beras dilakukan di daerah Kebon Jahe, Kota Serang yang merupakan lokasi gudang perusahannya.

"Tanggal 20 Mei kalau tidak salah sebelum Lebaran (dikembalikan). Jadi clear, tidak ada teman-teman anggota (dewan) yang mendistribusikan bantuan beras CSR. Dari pada nanti polemik, tafsir yang berbeda-beda boleh atau tidak dan kita juga menghargai lembaga dewan," katanya.

Meski telah dikembalikan, kata dia, penyaluran beras CSR itu tetap dilakukan. Adapun penyalurnya kini diserahkan atau dialihkan kepada sejumlah lembaga hingga ormas (organisasi masyarakat). Eli menegaskan, mereka tidak bertindak sebagai penerima melainkan penyalur kepada masyarakat."Kita salurkan kepada lembaga keagamaan, lembaga ormas, kelompok masyarakat, yayasan, pondok (pesantren). Itu juga kan bukan untuk mereka, hanya membantu mendistribusikan," tuturnya.

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Banten itu mengungkapkan, untuk saat ini distribusi ke masyarakat melalui lembaga, ormas hingga ponpes itu sudah dilakukan. "Alhamdulillah sudah nyebar ke bawah, sudah kirim foto, sudah ke masyarakat, sudah terdistribusi. Masih ada stok di gudang, belum semua (tersalurkan). Kita menerima perintah surat penunjukkan (pendistribusian beras CSR) 200 ton," ujarnya.

Sekretaris Fraksi PAN DPRD Banten Ishak Sidik saat dikonfirmasi mengakui bahwa ketua dan semua anggota Fraksi PAN sudah mengembalikan beras bantuan CSR BJB ke forum CSR Pemprov Banten. "Iya sudah dikembalikan. Semuanya sudah, kita tidak mau jadi masalah di kemudian hari. Kita ambil hikmahnya dari kejadian ini," ujarnya.

Anggota Fraksi PKB DPRD Banten Umar Bin Barmawi pun mengaku sudah mengembalikan beras tersebut pada 20 Mei 2020. "Karena itu menjadi polemik, kami (Fraksi PKB) menyerahkan kembali beras itu ke forum CSR untuk distribusi kepada masyarakat terdampak Covid-19," ujar Umar melalui pesan whatsaap.

Umar membenarkan pengembalian beras CSR BJB itu dipusatkan di gudang bekas showroom Radit Motor, di kawasan Kebon Jahe. "Iya di situ, deket lampu merah itu, di Kebon Jahe," katanya.Diberitakan sebelumnya, sejumlah fraksi DPRD Provinsi Banten belum lama ini menerima CSR dari BJB berupa beras. Dalam pendistribusannya, per anggota dewan mendapat masing-masing dua ton.

Terkait hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut semua unsur pemerintahan diperbolehkan menerima bantuan untuk penanganan pandemi Covid-19. Syaratnya, bantuan tak diberikan kepada perorangan, namun kepada lembaga. Jika dilakukan, maka hal tersebut sudah memenuhi subjek hukum atau sarat gratifikasi. (dewa/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook