Keterlambatan Pengangkutan, Sampah Menumpuk

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 27 Mei 2020 - 18:12:21 WIB   |  dibaca: 128 kali
Keterlambatan Pengangkutan, Sampah Menumpuk

Net/Ilustrasi

CILEGON, BANTEN RAYA - Pemandangan tak indah terlihat di beberapa sudut Kota Cilegon. Pasca Lebaran 1441 Hijriah, sampah terlihat berceceran akibat keterlambatan pengangkutan. Pantauan Banten Raya, Selasa (26/5), di Jalan Kranggot, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang terlihat adanya tumpukan sampah.

Selain mengganggu pemandangan, sampah tersebut juga menutup sebagian badan jalan. Hal yang sama juga terlihat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon. Sampah bekas pohon tumbang akibat puting beliung tampak terlihat di trotoar jalan. Salah satu pengguna jalan Mulyana mengaku risih melihat sampah berserakan di tepi jalan. Ia berharap, permasalahan sampah segera ditangani. "Risih juga lihat sampah kayak gitu (berserakan di jalan -red). Mungkin karena lebaran jadi banyak sampah dari rumah-rumah warga, tapi tetap harus disegera diangkut," katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Mochammad Teddy Soeganda mengatakan, adanya penumpukan sampah yang terlihat di beberapa sudut Kota Cilegon akibat adanya keterlambatan pengangkutan. Keterlambatan pengangkutan biasanya oleh pengelola sampah di perumahan-perumahan, sehingga warga enggan membuang sampah di komplek perumahannya dan membuang sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) liar. “Kalau dari petugas lapangan DLH Cilegon itu tetep bekerja dan tidak ada keterlamabatan pengangkutan,” kata Teddy kepada Banten Raya, kemarin.

Dikatakan Teddy, beberapa titik jalan dijadikan TPS Liar oleh warga karena sampah di sekitar lingkungan atau komplek perumahannya yang dikelola oleh pihak perumahan atau warga belum diangkut. Selain itu, di beberapa titik Kota Cilegon pada pekan lalu juga terdapat bencana angina kencang yang mengakibatkan beberapa pohon tumbang. “Adanya bencana angin kencang seperti di JLS, itu membuat sebagian pohon tumbang dan memang belum diangkut bekas pohon-pohon yang tumbang,” ujarnya.

Produksi sampah pada Lebaran 1441 Hijriah kali ini, kata Teddy, tidak terjadi peningkatan yang signifikan. Rata-rata per hari produksi sampah rumah tangga sekitar 600 meter kubik. “Lebaran tahun ini tidak terjadi peningkatan sampah yang signifikan, biasanya kalau habis Lebaran sampah dari mal itu banyak tetapi ini tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Teddy mengaku, kemarin siang pengangkutan sampah sudah mulai berjalan normal, sehingga hari ini diharap sudah tidak ada sampah berserakan lagi yang menganggu keindahan kota. “Siang ini (Kemarin –red) sudah efektif lagi pengangkutannya, dan bersih lagi,” ucapnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook