Petugas Bubarkan Wisatawan di Pantai

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 28 Mei 2020 - 15:57:59 WIB   |  dibaca: 132 kali
Petugas Bubarkan Wisatawan di Pantai

SANTAI DULU : Wisatawan memadati pantai di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Selasa (26/5).

LEBAK, BANTEN RAYA - Sejumlah pantai di Banten masih tetap diramaikan wisatawan dari berbagai daerah. Selain di Anyer, pengunjung juga memadati pantai di Kabupaten Lebak seperti Pantai Pasir Putuh, Karangtaraje, serta Pulau Manuk.Agar, tidak semakin membentuk kerumunan, petugas berwenang bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Lebak membubarkan wisatawan agar meninggalkan pantai yang mereka kunjungi.

Kepala Dispar Lebak Imam Rismahaydin, membenarkan bila pantai di Lebak Selatan tetap ramai dikunjungi masyarakat. padahal sudah jelas, bila selama pencegahan Covid-19, seluruh pantai di Lebak Selatan dinyatakan tertutup untuk umum.“Meski ditutup, ternyata banyak wisatawan lokal yang berdatangan dan berlibur di pantai di Lebak Selatan. Agar tidak beresiko terhadap penularan covid-19, maka aparat keamanan membubarkannya,” ujar Imam, kemarin.

Ditambahkannya, agar kondisi tersebut tidak terulang kembali, maka kini semluruh pantai di Lebak Selatan dijaga ketat oleh aparat desa maupun aparat kepolisian dibantu pihak Dispar Lebak.“Bila tidak dijaga ketat, kami yakin masih banyak wisatawan yang akan berdatangan untuk berlibur di pantai-pantai di Lebak Selatan,” katanya.

Sementara itu, Pemkab Pandeglang mengingatkan para pelaku destinasi wisata untuk menutup sementara tempat-tempat wisata yang dikelola. Langkah ini diterapkan untuk mencegah penularan virus korona. Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pandeglang Indah Dinarsiani mengingatkan pengelola wisata agar mematuhi aturan pemerintah.

"Pelaku wisata diharapkan dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk mematuhi imabauan pemeritah agar menutup destinasi wisata. Sebab jika destinasi wisata dibuka, tidak bisa dipastikan apakah pengunjung merupakan asli warga Pandeglang atau bukan, atau orang yang datang dari zona merah," kata Indah, Rabu (27/5).

Menurutnya, penutupan sementara destinasi wisata dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus korona. Meski Pemkab tidak menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "Kita memang tidak lockdown atau PSBB.

Tapi kalau tempat wisata dibuka, penyebaran covid-19 sangat rentan," ujarnya. Indah berharap, masyarakat dapat menunda liburan lebaran. Mengingat saat ini tengah mewabahnya virus korona. "Saya harap masyarakat bisa bersabar dengan kondisi saat ini," pesannya.

Kepala Dinas Pariwisata Pandeglang Asmani Raneyanti menegaskan, objek wisata harus tutup selama pandemi covid-19 sebelum dinyatakan aman oleh pemerintah. "Keputusannya sudah mutlak bahwa semua objek wisata harus tutup, tidak boleh ada yang beroperasi," tuturnya.

Terkait dengan kondisi di lapangan hingga kini masih banyak objek wisata yang beroperasi, Asmani menegaskan, pihaknya tidak segan-segan akan melakukan penutupan. "Jika masih ada yang beroperasi, nanti tugas Satpol PP yang menertibkan. Bahkan ketika ada yang membandel, pihak perizinan bisa mencabut izinnya. Kalau untuk tindakan tugasnya Satpol PP, karena kami hanya sebatas memberikan imbauan, dan membuat larangan dibukanya objek wisata," katanya. (hudaya/yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook