Ikut Tablig Akbar, Tiga Peserta Positif Korona

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 28 Mei 2020 - 16:10:33 WIB   |  dibaca: 145 kali
Ikut Tablig Akbar, Tiga Peserta Positif Korona

MAKIN PADAT : Ratusan kendaraan yang melintas di ruas tol Tangerang-Merak diperiksa di Pintu Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/5). Pemeriksaan dilakukan untuk menekan penyebaran korona.

SERANG, BANTEN RAYA - Tiga warga dari Kabupaten Serang, Kota Serang dan dan Kabupaten Lebak dinyatakan positif terinfeksi virus korona atau Covid-19. Mereka terpapar virus tersebut pasca menghadiri acara tablig akbar di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang yang dihadiri lima imam dari Bangladesh pada pertengahan April lalu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, ketiganya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab dari Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Jakarta, belum lama ini. Ketiganya merupakan seorang laki-laki dengan usia 55 tahun, 42 tahun dan 40 tahun.  

"Ketiga kasus tidak menunjukan gejala sakit dan isolasi mandiri. Kasus berasal dari Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang dan Kota Serang. Dinkes kabupaten/kota sedang melakukan tracing pada kasus untuk memutuskan penularan," ujarnya, Rabu (27/5).

Ia menjelaskan, adapun kronologis mereka terpapar bermula saat menghadiri tablig akbar di  Pandeglang dengan lima orang imam dari Bangladesh. Pada 14 April, kelima warga negara asing (WNA) dari dilakukan rapid test, hasilnya dua orang dinyatakan reaktif. "Pada 16 April 2020 jamaah Bangladesh dirujuk ke Wisma Atlet Jakarta," katanya.

Lalu pada 18 April, kata dia, 19 orang peserta tablig akbar di pondok pesantren yang menggelar acara dilakukan rapid test pertama dengan hasil semuanya nonreaktif. Meski demikian, mereka diminta melakukan isolasi mandiri di ponpes.

"14 hari kemudian yaitu tanggal 6 Mei dilakukan rapid test kedua. Hasilnya ada 6 orang yang reaktif. Kemudian Dilakukan swab terhadap 6 orang tersebut. Sambil menungggu hasil swab terbit, mereka tetap isolasi di ponpes," ungkapnya.

Karena khawatir ada kontak dengan orang dengan rapid test reaktif sebelumnya dan belum dipisah tempat tinggal, akhirnya 13 jemaah lainnya dilakukan swab. Sampel dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banten.

Lantaran hasil swab belum juga keluar, akhirnya dilakukan rapid test ketiga pada 20 Mei. Hasilnya 4 orang reaktif, mereka yang non reaktif diperkenankan pulang ke rumah masing-masing dengan dibuatkan surat keterangan rapid tes negatif."Sedangkan yang 4 orang disarankan tetap di ponpes, tetap dilanjutkan isolasi mandiri sambil menunggu hasil tes swab. Akhirnya tiga orang dinyatakan positif," ujarnya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menekankan agar seluruh proogram penanganan dan pencegahan Covid-19 bisa dilaksanakan dengan optimal. Salah satunya adalah jaring pengaman sosial (JPS) bisa segera terdistribusikan secara menyeluruh dalam waktu dekat. Ia berharap, pemberian JPS mampu meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Coovid-19. "Kami menekankan sudah tersalurkan seluruhnya secepatnya," tuturnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari situs infocorona.bantenprov.go.id per 27 Mei hingga pukul 20.00 WIB, terdapat 763 kasus positif. Itu terdiri atas 425 pasien yang masih dirawat, 271 telah sembuh dan 67 dinyatakan meninggal dunia.

Adapun rinciannya, Kabupaten Tangerang 104 dirawat, 47 sembuh dan 11 meninggal. Kota Tangerang 155 dirawat, 159 sembuh dan 29 meninggal. Kota Tangerang Selatan 151 dirawat, 53 sembuh dan 25 meninggal. Kota Serang 3 dirawat, 5 sembuh dan 1 meninggal, Kabupaten Serang 7 masih dirawat dan 3 sembuh, Kabupaten Pandeglang 2 sembuh dan 1 meninggal. Kota Cilegon 3 dirawat dan 2 sembuh serta Kabupaten Lebak 2 dirawat.

Untuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 2.258 kasus terdiri atas 963 dirawat, 1.044 sembuh dan 251 meninggal. Rinciannya, Kabupaten Pandeglang 2 dirawat, 17 sembuh dan 10 meninggal, Kabupaten Lebak 21 dirawat 9 sembuh dan 8 meninggal, Kabupaten Tangerang 375 dirawat, 75 sembuh dan 35 meninggal. Kabupaten Serang 14 dirawat, 31 sembuh dan 20 meninggal, Kota Tangerang 254 dirawat, 578 sembuh dan 78 meninggal dunia, Kota Cilegon 28 dirawat, 14 sembuh dan 20 meninggal. Kota Serang 12 dirawat dan 24 sembuh dan 2 meninggal serta Kota Tangerang Selatan 257 dirawat, 296 sembuh dan 78 meninggal.

Kemudian untuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 8.706 orang terdiri atas 1.171 dipantau dan 7.535 sembuh. Rinciannya, Kabupaten Pandeglang 27 dipantau dan 917 sembuh, Kabupaten Lebak 22 dipantau dan 534 sembuh, Kabupaten Tangerang 286 dipantau dan 622 sembuh. Kabupaten Serang 55 dirawat dan 872 sembuh, Kota Tangerang 300 dipantau dan 2.222 sembuh, Kota Cilegon 47 dipantau dan 559 sembuh. Kota Serang 16 dipantau dan 320 sembuh serta Kota Tangerang Selatan 418 dipantau dan 1.489 sembuh. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook