Disambut Antusias, Semua Non Reaktif

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 29 Mei 2020 - 15:58:42 WIB   |  dibaca: 114 kali
Disambut Antusias, Semua Non Reaktif

DEG-DEGAN : Petugas kesehatan dari Dinkes Kabupaten Serang melakukan rapid test terhadap Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Kamis (28/5).

SERANG - Rapid test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi dan mengetahui apakah sesorang telah terjangkit Covid-19 atau tidak. Rapid test banyak diminati namun juga banyak yang tidak mau dirapid test.

Sebanyak 225 orang di lingkungan Pemkab Serang yang masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjalani rapid test di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Kamis (28/5). Mereka yang berasal dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan, TNI-Polri antusias untuk mengikuti rapid tes.

Saat rapid test dilakukan, sejumlah peserta terlihat was-was karena khawatir hasilnya tidak sesuai yang diharapkan atau reaktif Covid-19. Walaupun hasil akhir dari 225 orang yang menjalani rapid test hasilnya nonreaktif atau negatif Covid-19.

Tim gugus tugas menjadi prioritas untuk dirapid test karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat umum."Alhamdulillah 225 orang sudah terjaring untuk dirapid tes dan hasilnya semua negatif atau nonreaktif," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Riris Budiarni.

Riris mengungkapkan, masih banyak tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang belum menjalani pemeriksaan rapid test karena jumlah tim gugus yang tercatat mencapai 500 orang sementara rapid test yang tersedia hanya 200 lebih. "Kita tahu petugas puskesmas juga menuntut untuk mendapat rapid test karena mereka melakukan pelayanan langsung dan ingin tahu status mereka, jadi perlu diakomodir," katanya.

Adapun rapid test yang digunakan merupakan hasil pengadaan yang sumber anggarannya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Serang. "Dari APBD kabupaten 500 pis. Kalau yang sudah dilakukan rapid test oleh oleh dinkes sudah banyak ada sekitar 1.000 lebih karena kan banyak masyarakat kita yang OTG (orang tanpa gejala) dan ODP (orang dalam pemantauan)," ungkapnya.

Sementara itu, Asda III Pemkab Serang Ida Nuraida mengatakan, dengan komposisi 900 rapid test yang tersedia penggunaannya diutamakan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang memberikan pelayanan langsung ke masyarakat. "Masih ada yang perlu dirapid test. Rencananya sampai kepala desa dan dilakukan di masing-masing wilayah di 29 kecamatan," kata Ida. (TANJUNG)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook