Penyaluran Beras CSR Inisiatif Fraksi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 29 Mei 2020 - 16:11:30 WIB   |  dibaca: 288 kali
Penyaluran Beras CSR Inisiatif Fraksi

SERANG, BANTEN RAYA - Sejumlah fraksi di DPRD Provinsi Banten tak melibatkan parpolnya saat menerima penyaluran beras corporate social responsibility (CSR) dari Bank Jawa Barat dan Banten (BJB). Parpol bahkan tidak menerima laporannya dan menegaskan penyaluran beras CSR tersebut inisiatif fraksi, bukan termasuk program parpol.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Banten Masrori mengatakan, penyaluran beras CSR dari BJB itu merupakan urusan fraksi. Ia juga menegaskan jika hal itu bukan termasuk program DPW PAN Banten. "Itu bukan program DPW PAN. Itu urusan (inisiatif) fraksi," ujar Masrori kepada Banten Raya via aplikasi whatsapp messenger, Kamis (28/5).

Soal beras CSR itu, mantan anggota DPRD Kabupaten Serang itu enggan memberikan komentar lebih lanjut. Dia meminta wartawan untuk menanyakannya langsung ke Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Banten Dede Rohana Putra. "Tanya Dede saja ya," ucapnya singkat.

Berdasarkan catatan Banten Raya, Dede membenarkan Fraksi PAN telah menerima beras CSR tersebut. "Dibagi-baginya ke anggota cuma dari ngitungnya lalieur (pusing) jadi didrop di fraksi. Informasinya (per angggota diberi) 2 ton,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Ketua DPW PKS Provinsi Banten Sanuji Pentamarta. Ia mengatakan, tidak ada komunikasi antara Fraksi PKS dengan DPW PKS terkait program penyaluran beras CSR BJB.  "Tidak ada," tuturnya.

Meski demikian, mantan anggota DPRD Provinsi Banten itu menegaksan bahwa Fraksi PKS tak menerima penyaluran beras CSR. Sementara untuk informasi lebih lanjut terkait hal tersebut, dia mengaku belum menerima laporan dari fraksi. "Saya belum dapat laporan terkait hal tersebut dari fraksi," ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW NasDem Provinsi Banten Edi Ariadi saat dikonfirmasi juga mengaku tidak mengetahui adanya bantuan beras CSR yang disalurkan melalui Fraksi NasDem-PSI DPRD Provinsi Banten. "Saya tidak tahu bantuan CSR beras itu. Itu fraksi kayaknya," kata Edi ditemui di Kantor Walikota Cilegon.

Edi mengaku tidak akan memberikan komentar lebih jauh terkait dengan Fraksi NasDem DPRD Banten yang menerima bantuan beras CSR. Namun Ia mengaku akan mencari tahu apakah Fraksi NasDem DPRD Banten turut menerima bantuan tersebut atau tidak. "Saya no comment dulu kalau itu," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, fraksi-fraksi di DPRD Banten yang sempat mendistribusikan beras CSR dari BJB telah melakukan pengembalian. Pengembalian dilakukan sebelum hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah. Kini, pendistribusian beras dialihkan ke sejumlah organisasi masyarakat (ormas).

Pelaksana Pendistirbusian Beras CSR BJB Eli Mulyadi membenarkan hal itu. Eli mengatakan, setelah penarikan beras dari anggota DPRD, kini penyalurannya dialihkan ke lembaga hingga ormas. Adapun jumlahnya mencapai puluhan ormas.

Di antaranya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten, Pengurus Wilayah Muhammadiyah Banten, Matlaul Anwar, Al Khairiyah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP). Selanjutnya, Muslimat NU, Fatayat NU, sejumlah pondok pesantren, sejumlah yayasan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Badan

Koordinasi (Bakor) Banten, Ansor, Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi), Forum Pemuda Lintas Agama, Gempar Peduli Rakyat Banten (GPRI), Bakor Pembentukan Kabupaten Cilangkahan, Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri (Pepabri), Laskar Merah Putih dan masih banyak lainnya. "Beda-beda (menerimanya), ada yang lima ton, ada yang dua ton, 1,5 ton, bervariasi," ungkapnya.

Meski sudah banyak lembaga dan organisasi yang masuk, namun pihaknya masih menerima jika ada yang berminat membantu menjadi penyalur. Syarat berupa lembaga dan menunjukan keseriusan dengan berkirim ke Forum CSR Banten. "Masih, usulkan saja ke Forum CSR Banten, nanti saya sampaikan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Provinsi Banten Sunaryo mengatakan, mekanisme penyaluran CSR beras dari Forum CSR dapat dilakukan oleh lembaga resmi maupun organisasi masyarakat. Syaratnya dengan mengajukan proposal pengajuan sebagai lembaga penyalur CSR kepada Forum CSR Banten. Syarat lainnya, melampirkan data nama dan lokasi penerima.

“Untuk penyalurannya itu lembaga juga bisa, organisasi masyarakat (ormas) bisa, melalui itu disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Tetapi harus benar-benar sampai ke masyarakat,” kata Sunaryo saat dihubungi Banten Raya melalui telepon seluler.

Setelah disalurkan kepada masyarakat, kata Sunaryo, lembaga penyalur CSR wajib menyampaikan laporan pertanggunjawaban kepada Forum CSR. “Nanti data yang sudah sampai ke masyarakat itu diserahkan lagi ke Forum CSR. Tujuannya untuk pertanggungan jawab untuk ke BJB. Sebab, dari BJB sendiri juga dikawal oleh konsultannya dan lainnya. Kemarin juga turun ke lapangan,” katanya.

Sunaryo mengaku, dari 200 ton CSR beras yang diberikan BJB kepada lembaganya, sebanyak 140 ton sudah disalurkan melalui organisasi masyarakat dan pondok pesantren sebelum Lebaran Idul Fitri.“Saat ini sudah sekitar 140 ton yang sudah disalurkan ke masyarakat. Sisanya habis Lebaran ini. Karena nanti bulan Juni itu masyarakat banyak yang membutuhkan. Kalau kemarin sih mungkin masyarakat mau Lebaran, jadi banyak bantuan dari mana-mana,” katanya.

Sebelumnya Sunaryo menyatakan, penyaluran beras CSR BJB kepada sejumlah anggota DPRD Banten beberapa waktu atas inisiatif dari pihak ketiga atau vendor. “(Beras ke dewan Banten) itu gak jadi Mas. Sudah dikembalikan semua. Kemarin cuma kesalahan teknis dari vendor. Jadi salah persepsi vendornya,” katanya.

Untuk diketahui, pembagian beras CSR BJB kepada anggota DPRD sudah lebih awal dibagikan pihak vendor sebelum dilakukan serah terima dari BJB kepada Forum CSR. “Gak ada surat tugas buat ke dewan. Mungkin salah persepsi saja. Salah penafsiran vendor itu. Makanya cepet dikembalikan lagi. Makanya untuk temen-temen lembaga lain yang ingin mengajukan masih ada di gudang,” katanya.

Berdasarkan catatan Tim Reaksi Cepat Forum CSR Provinsi Banten, 140 ton beras CSR BJB itu sudah disalurkan kepada 21 organisasi masyarakat (ormas) kepemudaaan, 19 yayasan, pesantren melalui FSPP, dan pengurus masjid. (rahmat/dewa/gillang/ismet)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook