59 Perusahaan Tutup, 17.298 Karyawan Di-PHK

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 29 Mei 2020 - 16:23:53 WIB   |  dibaca: 376 kali
59 Perusahaan Tutup, 17.298 Karyawan Di-PHK

SERANG, BANTEN RAYA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten mencatat terdapat 59 perusahaan di Banten telah tutup karena terdampak pandemi Covid-19. Efek lainnya, 17.298 karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan 27.569 lainnya dirumahkan.

Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Al Hamidi mengatakan, perusahaan yang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19 terus bertambah. Data terakhir menunjukan ada 59 perusahaan yang kini telah tutup. Dengan adanya persoalan itu maka secara otomatis timbul kebijakan lainnya yaitu PHK karyawan."Ada juga perusahaan yang masih beroperasi tetapi melakukan PHK terhadap sebagian karyawannya," ujarnya kepada wartawan saat dihubungi via sambungan seluler, Kamis (28/5).

Ia menuturkan, untuk angka PHK sendiri hingga kemarin tercatat sudah mencapai 17.298 orang dan yang dirumahkan sebanyak 27.569 orang. Adapun perusahaan yang paling banyak melakukan PHK berada di wilayah Tangerang Raya. “Selain itu, kemarin juga Nikomas mem-PHK 6.969 orang,” katanya.

Dengan kondisi yang terjadi saat ini, kata dia, maka sebaiknya para pendatang dari luar Banten untuk tak terlebih dahulu mencari kerja ke provinsi paling barat di Pulau Jawa itu. Pertimbangan lainnya, menahan diri untuk tidak datang dulu ke Banten dimaksudkan guna memutus penyebaran virus korona.

Menurutnya, imbauan itu diperlukan karena setiap tahunnya Banten memang kerap diserbu oleh para pencari kerja. Terdapat sejumlah faktor yang membuat Banten menarik buat mereka. Pertama, Banten memiliki geografis yang strategis karena menjadi penghubung antara Pulau Sumatera dan Jawa. Kedua, provinsi yang berdiri sejak 2000 itu terkenal banyak memiliki kawasan industri dengan upah minimum yang tinggi.“Pak Gubernur sudah meminta jangan ke Banten karena di sini juga banyak PHK dan banyak perusahaan yang tutup,” ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan pria berkumis tebal itu, agar pencari kerja bisa terkontrol, Gubernur Banten bakal menerbitkan surat edaran tentang perekrutan tenaga kerja. Isinya, perekrutan nantinya tak lagi melalui desa/kelurahan atau kecamatan. Perekrutan harus dilakukan melalui Disnakertrans. "Dengan demikian, Pergub (Peraturan Gubernur) Nomor 9 Tahun 2018 yang isinya memprioritaskan warga Banten bisa diterapkan," tuturnya.

Disinggung soal rencana adanya penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal, Al Hamidi memerkirakan hal itu belum bisa memberikan pengaruh banyak dalam waktu dekat. Kebijakan PHK dan merumahkan karyawan tetap akan bertambah meski kuantitasnya tak sebanyak sebelumnya. “Penambahan yang dirumahkan dan PHK itu pasti tapi jumlahnya tidak banyak lagi,” ujar suami dari anggota DPR RIdari Frakasi Demokrat Nuraeni ini.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mengimbau para pencari kerja tidak berspekulasi untuk datang ke Banten, pasca Hari Raya Idul Fitri 1441 hijriyah. Sebab, akibat pandemi Covid-19 banyak tenaga kerja di Banten yang masih dirumahkan. "Jangan mencari kerja di Banten. Saat ini Banten sedang sulit lowongan kerja," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Banten Raya, Kamis (28/5).

Dijelaskan mantan Walikota Tangerang itu, dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pihaknya tidak menutup atau menghentikan aktivitas produksi pada industri. Namun demikian, industri harus melaksanakan protokol kesehatan dalam proses produksinya. Sehingga berdampak pada jumlah dan jam kerja karyawan.

"Jelang Idul Fitri 1441 hijriyah lalu kami juga mengimbau masyarakat Provinsi Banten tidak mudik Lebaran 2020 untuk memutus penyebaran Covid-19. Himbauan itu memperhatikan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten memprediksi tingkat pegangguran terbuka (TPT) di Banten bisa menembus 1,2 juta jiwa atau sebesar 15 persen dalam beberapa waktu ke depan.

Untuk saat ini juga, Banten masih menempati urutan teratas TPT se-Indonesia. Pengangguran di Banten periode Februari 2020 berada di prosentase 8,01 persen. Angka itu berada di atas rata-rata nasional yaitu 4,99 persen. Jika dikonversikan, jumlah pengangguran di Banten ada sebanyak 489.216 orang. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook