Gubernur Banten Digugat ke PN Serang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 30 Mei 2020 - 17:39:52 WIB   |  dibaca: 314 kali
Gubernur Banten Digugat ke PN Serang

ISTIMEWA TERUS KAWAL : Dari kiri ke kanan tiga warga Banten M Ojat Sudrajat, Agus Supriyanto dan Ikhsan Ahmad menunjukan dokmen gugatan kepada Gubernur Banten terkait polemik Bank Banten ke PN Serang di salah satu rumah makan di Kota Serang, Sabtu (30/5)

SERANG, BANTEN RAYA - Tiga warga menggugat Gubernur Banten Wahidin Halim ke Pengadilan Negeri (PN) Serang, Sabtu (30/5). Mereka mengadukan gubernur secara perdata terkait polemik Bank Banten yang diduga terdapat unsur perbuatan melawan hukum.  

Informasi yang dihimpun, gugatan tersebut sudah dilayangkan dan telah teregistrasi melalui e-court di PN Serang pada hari ini. Adapun para penggugat terdiri atas akademisi Untirta Ikhsan Ahmad  Akademisi Untirta, warga Kabupaten lebak M Ojat Sudrajat dan warga Kota Tangerang Selatan Agus Supriyanto.

Ojat Sudrajat mengatakan, dirinya bersama dua rekannya sepakat membawa permasalahan polemik Bank Banten ini karena ada dugaan perbuatan melanggar hukum melalui jalur perdata PN Serang. Selain gubernur, terdaapt lima pihak tergugat lainnya yang dilaporkan. 

Mereka adalah, Ketua DPRD Provinsi Banten Banten, Kepala Orotitas Jasa keuangan (OJK), Kepala Bank Indonesia BI Perwakilan Provinsi Banten. Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten serta Direksi Bank Banten.

"Selain itu ada juga yang turut tergugat, yakni Menteri Dalam Negeri, Gubernur Jawa Barat dan Direksi Bank BJB," ujarnya.

Ojat menjelaskan, adapun dugaan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh tergugat seperti adanya tindakan yang tidak menambahkan penyertaan modal tambahan ke Bank Banten.  Padahal Pemprov Banten mempunyai kewajiban sebagaimana amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2013.

"Hal ini patut diduga tidak dipenuhinya kewajiban tersebut merupakan kesengajaan dengan tidak merealisasikannya anggaran APBD 2018 dan 2019," katanya.

Akademisi Untirta Ikhsan Ahmad menduga, polemik Bank Banten ini karena adanya pengawasan yang diduga tidak dilakukan sebagaimana mestinya.

"Pengawasan itu seharusnya dilakukan oleh DPRD Provinsi Banten, OJK, Pemprov Banten serta BI perwakilan Provinsi Banten," tuturnya.

Sementara itu pengguat lainnya, Agus Supriyanto berharap proses gugatan ini akan membuka semua fakta yang terjadi dalam kemelut yang berlangsung selama ini pada Bank Banten sebagai bank kebanggaan masyarakat Banten. 

"Seharusnya Pemprov Banten selaku pemilik saham pengendali melakukan langkah menyehatkan Bank Banten, bukan justru sebaliknya," tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook