Dewan Sesalkan Tempat Wisata Beroperasi Saat Korona

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Selasa, 02 Juni 2020 - 14:39:30 WIB   |  dibaca: 49 kali
Dewan Sesalkan Tempat Wisata Beroperasi Saat Korona

RAMAI : Suasana tempat pemandian Cikoromoy ramai dikunjungi wisatawan saat libur lebaran, belum lama ini.

PANDEGLANG, BANTEN RAYA -  Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pandeglang Tb Khatibul Umam menyesalkan sikap Pemkab Pandeglang yang melakukan pembiaran terhadap lokasi wisata yang beroperasi di tengah pandemik Covid-19. Padahal kata Khatibul Umam,  wisatawan khususnyaa yang datang dari luar daerah berpotensi membawa virus.

"Sudah bukan rahasia lagi jika hampir seluruh lokasi wisata di Pandeglang ramai paska lebaran. Kami perhatikan para pengelola wisata juga tidak bisa berbuat banyak ditambah adanya sikap pembiaran dari Pemkab Pandeglang.

Melihat situasi ini bukan tidak mungkin ke depan Pandeglang akan jadi zona merah Covid karena wisatawan yang masuk banyak yang dari zona merah," demikian kata Khatibul Umam dikediamannya di Kecamatan Labuan, Senin (1/6).

Menurut Umam, membludaknya wisatawan dipengaruhi oleh kebijakan Dinas Pariwisata yang tidak konsisten menerapkan aturan. "Sebelum lebaran Disparda membuat pengumuman lokasi wisata boleh beroperasi tapi itu kemudian diralat menjadi tidak boleh. Berubah ubahnya kebijakan sangat membingungkan pengelola wisata dan warga. Harusnya Disparda tegas dan jangan mudah diintervensi. Aturan soal penutupan wisata kan sudah jelas dari pusat semenjak negara ini dinyatakan pandemik Covid-19," bebernya.

Hal lain yang disoroti Fraksi Golkar adalah soal koordinasi yang tidak dilakukan Disparda dalam penegakan aturan. Harusnya kata Umam,  Disparda berkoordinasi dengan satpol PP, polisi, atau TNI untuk mengefektifkan kebijakan. "Koordinasi yang dibangun Disparda lemah. Ke depan kami akan evaluasi dan minta bupati melakukan rotasi jabatan Kepala Disparda Pandeglang," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pandeglang, Asmani Raneyanti menegaskan semua objek wisata harus tutup selama pandemi Covid-19 belum dinyatakan aman oleh pemerintah. “Keputusannya mutlak semua objek wisata harus tutup, tidak boleh ada yang beroperasi,” tegasnya.

Saat ditanya bagaimana dengan kondisi saat ini di lapangan, soal ini Asmani tegas minta ada penutupan. Ia juga tidak membantah jika masih ada pengelola wisata yang membandel.
“Jika masih ada yang beroperasi, itu nanti tugas mereka yang menertibkan. Bahkan ketika ada yang membandal, pihak perizinan bisa mencabut izinnya,” ujarnya.

Asmani juga mengaku, untuk eksekusi objek wisata yang masih beroperasi tersebut, itu kewenangannya pihak penegak perda dalam hal ini Satpol-PP Pandeglang. Sebab kata dia, Dispar hanya sebatas memberikan imbauan terhadap larangan dibukanya objek wisata tersebut.

“Kalau untuk tindakan tugasnya Satpol-PP Pandeglang. Karena kami hanya sebatas memberikan imbauan, dan membuat larangan dibukanya objek wisata. Sebab untuk penindakan bukan tugas dispar,” tandasnya. (muhaemin/hendra)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook