Dinsos Banten akan Perbaiki Data BTS

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 02 Juni 2020 - 14:46:32 WIB   |  dibaca: 96 kali
Dinsos Banten akan Perbaiki Data BTS

TERTIB: Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menyaksikan langsung penyaluran BST tahap pertama diSMP PGRI Bojonegara, Kabupaten Serang, Sabtu (30/5).

SERANG - Pemprov Banten merespons positif keinginan Manteri Sosial Juliari P Batubara terkait perbaikan data kemiskinan untuk penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST). Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, perbaruan data sebenarnya berada di tingkat kabupaten/kota yang harus dilakukan setiap enam bulan sekali.

"Ini adalah amanat Undang-undang Nomor 13 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin. Oleh karena itu kami berharap pemerintah kota/ kabupaten memanfaatkan ruang tersebut untuk menjaga DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) agar update setiap saat secara real time," kata Gubernur, Senin (1/6).

Ia menjelaskan, pada tahun 2018 Pemprov Banten menggelontorkan bantuan keuangan kepada kabupaten/kota khusus untuk updating data kemiskinan. "Kami berharap di tahun 2020 dan 2021 bantuan keuangan yang khusus untuk itu kembali disalurkan," ucapnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana menilai, pantauan langsung Mensos di kegiatan penyaluran BST di sejumlah wilayah di Banten secara tidak langsung meningkatkan komitmen pemerintah kabupaten/kota dalam pembaruan DTKS."Dan ini menjadi keseriusan dan komitmen kami bersama Dinsos Provinsi dan dinsos kabupaten/kota se-Banten bahwa data yang valid dan eligible memang merupakan modal utama penyelenggaraan kesejahteraan sosial," kata Nurhana.

Sebelumnya, Mensos Juliari P Batubara meninjau langsung penyaluran BST untuk warga Kabupaten Serang di Gedung PGRI Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Sabtu (30/5). Dalam kesempatan itu Mensos menilai, penyaluran BST di Provinsi Banten sudah bagus."Sudah bagus sekali penyalurannya, nanti dikebut untuk tahap kedua dan ketiga dan tolong dirapikan untuk datanya," ujar Juliari didampingi Kepala Dinsos Provinsi Banten, Nurhana.

Juliari memastikan, selain di Kabupaten Serang, penyaluran BST sebesar Rp 600 ribu per KPM (Keluarga Penerima Manfaat) berjalan tanpa ada kendala. "Sejauh ini saya hampir setiap hari meninjau penyaluran BST lancar-lancar semua, kalau pun ada satu atau dua orang tidak tepat sarapan itu saya kira tidak seheboh yang diberitakan," katanya.

Juliari juga memastikan, Provinsi Banten diberikan kuota BST sebanyak 400 ribu KPM, salah satunya Kabupaten Serang diberikan alokasi 110.015 KPM untuk proses penyalurannya sudah hampir 100 persen. "Tahap pertama di Banten sudah 92 persen saya minta PT Pos Indonesia untuk segera menyiapkan penyaluran tahap kedua dan ketiga, sehingga penyaluran bisa cepat selesai semua," ucapnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook